Jakarta –
Read More : Ini Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Saat Setop Konsumsi Gula 2 Minggu
Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi di dunia. Sinergi antar institusi sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini, apalagi jika kita ingin memberantas penyakit tuberkulosis pada tahun 2030.
Tujuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI adalah mendeteksi satu juta kasus tuberkulosis per tahun. Pada tahun 2022 ditemukan lebih dari 724.000 kasus baru tuberkulosis dan pada tahun 2023 jumlah tersebut meningkat menjadi 809.000 kasus.
Namun angka tersebut menempatkan Indonesia pada urutan kedua dalam jumlah kasus tuberkulosis setelah Tiongkok. Menurut Global TB Report 2023, Indonesia merupakan negara kedua di dunia dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua, dengan perkiraan 1,06 juta dan 134.000 kematian per tahun.
“Sebenarnya penyebab peningkatan kasus adalah semakin sedikit orang yang dites selama pandemi. Nah kalau kita lihat trennya, dampaknya akan terus meningkat hingga tahun 2024,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular. Di Kementerian Kesehatan, dr Imran Pambudi saat pertemuan pada Rabu (24 Juli 2024) pada program Stop TB Partnership (Percepatan Eliminasi Tuberkulosis).
Untuk mempercepat deteksi kasus TBC di Indonesia, pemerintah diminta memperkuat bauran pemerintah-swasta (DPPM) tingkat kabupaten, atau kolaborasi antara fasilitas kesehatan swasta dan pemerintah.
Selain itu, menurut studi Patient Pathway Analysis (2017), 74% masyarakat lebih memilih mencari layanan di fasilitas kesehatan swasta.
“Pemerintah berupaya memperkuat pemberantasan TBC melalui pendekatan campuran pemerintah-swasta (PPM) dan kerja sama lintas sektor. STPI berupaya mendukung upaya tersebut dengan menggalakkan PPM di 9 daerah dengan memperkuat kapasitas pemerintah daerah, dengan melakukan mobilisasi anggaran. dan penguatan jaringan PPM.” ujar Dr. Nurul Luntungan selaku Ketua Yayasan STPI.
Alasan masyarakat lebih memilih layanan kesehatan swasta adalah aksesnya yang lebih mudah dibandingkan layanan kesehatan pemerintah atau pemerintah. Hal ini juga menjadi permasalahan yang ditegaskan oleh pemerintah, oleh karena itu kerja sama multidisiplin harus diperkuat untuk mempercepat pemberantasan tuberkulosis.
“Rs-Puskesmas-Klinik dan sebaliknya adalah kenyataan yang kita alami saat ini. Dengan adanya strategi PPM diharapkan dapat meredam pembalikan tersebut, namun tentunya harus dilanjutkan dengan penguatan yang cukup di setiap daerah”, tambah Dr Imran. . Tonton video “Mengenali Gejala TBC pada Dewasa dan Anak” (kna/kna)