Jakarta –
Read More : Bawang Putih Efektif Menangkal Kolesterol, Benarkah?
Carolina Marin, pebulu tangkis putri Spanyol, harus mengakhiri karirnya di awal Olimpiade 2024.
Cedera Marin pada laga semifinal di Porte de la Chapelle Arena Paris melawan He Binjiao (China) cukup dramatis. Itu karena Marin akan mendapatkan tiket ke pesta terbesar.
Marin memenangkan game pertama melawan He Binjiao dengan skor 21-14. Ia kemudian tampil apik di game kedua dengan unggul 10-8, namun cedera lutut memaksanya mengakhiri pertandingan.
Sebelumnya, Marin mengalami cedera anterior cruciate ligamen (ACL) pada final Indonesia Masters dan jelang Olimpiade Tokyo 2021.
Cedera ACL menjadi momok yang kerap ditakuti oleh para atlet. Banyak orang yang percaya jika mengalami cedera ACL maka karir seorang atlet akan mulai meredup.
Mereka yang mengalami cedera ACL masih bisa pulih dan bermain kembali, kata Dr Andrey Lobis, spesialis bedah ortopedi dan trauma dari Rumah Sakit Silwam Mampong. Namun, hal ini membutuhkan waktu yang lama.
Menghubungi detikcom, dr Andrey mengatakan, “Setelah operasi ACL, dia tidak bisa berjalan hingga 6 minggu. Setelah itu, dia menjalani rehabilitasi bertahap seperti jogging, gerakan pemotongan progresif. Ya, dia bisa melakukan olahraga ringan seperti jogging selama 2 3 berbulan-bulan untuk dilakukan.” Beberapa saat yang lalu.
Andrey menambahkan, atlet kelas olimpiade yang bertanding di tingkat antarnegara membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama dari cedera ACL.
Pada akhirnya, ia mencatat: 6 bulan (setelah operasi) baik untuk olahraga ringan, tetapi untuk kompetisi internasional di tingkat kompetitif, sekitar 10 bulan. Terkadang ada pasien yang bertahan hingga satu tahun. Tonton video “Mengandung BPA, Botol Olimpiade Paris 2024 dihilangkan” (dpy/up)