Jakarta –

Read More : Kata Lucky Hakim Soal Kasus Vina Cirebon Terangkat Lagi Usai Difilmkan

Sudah lama Sarwenda kesal dengan pemberitaan palsu tentang hubungannya dengan Betrand Peto. Sarvenda akhirnya melayangkan somasi kepada akun-akun yang menyebarkan opini dan membuat berita palsu.

Apalagi ketiga anaknya sangat khawatir. Apalagi istilah “diam itu emas” sepertinya tidak berpengaruh apa-apa dalam keadaan ini, Sarvenda justru semakin merasakan tekanan.

“Saat orang bilang diam itu emas, ternyata tidak. Ada lebih banyak hinaan ketika orang mengira saya tidak punya jawaban dan mengatakan ya. Meskipun hal ini tidak benar sama sekali. Ini anakku. Orang-orang berpikirnya berbeda-beda,” kata Sarwenda di Rumpi Studio: No Secret, Transmedia, Jakarta Selatan, Senin (3 Maret 2024).

Sarwenda menjelaskan, bahasa cinta tanah air, Ruteng, Manggarai, NTT, sangat bersahabat. Istri Ruben Onsu sendiri merasakan momen menyenangkan berkomunikasi dengan warga kampung halaman Betrand Peto.

“Di rumah Onyo semuanya berbeda, mereka suka bahasanya, tetangga bertemu dan saling berpelukan. Kalau misalnya sudah diputuskan maka tidak perlu karena sudah pindah ke Jakarta dan keadaan terus berubah,” tegasnya.

Sarvenda tidak ingin anak-anaknya merasa dirinya sebagai seorang ibu tidak bisa melindungi mereka. Apalagi, ia mengatakan anak-anaknya begitu khawatir sehingga harus didampingi psikolog anak.

“Saya tidak ingin membeda-bedakan anak, tapi pendapat orang lain berbeda. Waktu berlalu dan akhirnya sangat mengkhawatirkan karena anak ini juga khawatir, Oneo juga khawatir. Ada banyak faktor mengapa mereka harus hengkang. ke psikolog anak,” kata Sarvenda.

Bahkan Betrand Peto pun merasa canggung berada di dekat Sarvenda. Sarvenda mengaku belum tahu bagaimana menjelaskannya.

“Apakah ada saat-saat yang canggung? Pernahkah Anda nyaris merasa takut? Apakah. Sekarangpun. Di sebelahnya ada orang-orang yang takut untuk pergi. Dia juga tidak tahu harus berbuat apa, jadi saya lebih memilih bantuan. dari ahlinya”, jelas Sarvenda.

“Kalau masalah hukum, saya diskusikan dengan Mas Chris (pengacara). Saya tidak ingin anak-anak bisa membaca, tapi Talia sudah bisa membaca. Saya tidak ingin mereka merasa ibu mereka tidak bisa membaca. perlindungan apa pun Akhirnya, setelah berdiskusi panjang lebar, saya mengatakan hal yang sama kepada anak-anak saya: “Onyo, mama akan urus,” tegasnya.

Sarvenda ingin bersikap adil terhadap ketiga anaknya. Mantan anggota Cherrybelle mengawasi segala sesuatu yang terjadi dengan tumbuh kembang anak-anaknya.

“Karena aku tahu, aku tidak terlalu suka diperhatikan. Saya tidak ingin anak saya merasa kalau ibu lebih mencintai A atau B, saya tidak ingin hal itu terjadi. Saya mencintai mereka dan mereka sama.” , tapi karakternya berbeda. “Saya harus mengikuti kepribadian anak-anak yang berbeda,” kata Sarwenda. (kucing/Wes)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *