Semarang –
Read More : Pengumuman! Tiket Kereta Lebaran 2025 Sudah Bisa Dipesan
Bendungan Kanal Banjir Plaret Barat (BKB) Semarang digunakan untuk pemukiman selancar. Wali Kota Semarang Hivaarita Gunarianti Rahyo atau Embak Ita sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keamanan.
Ia meminta jajarannya memastikan sistem peringatan dini berfungsi dengan baik untuk menghindari bahaya.
Mbak Ita menulis: “Hari ini di BKB Pleret lagi viral soal selancar. Istimewa banget karena kebetulan airnya turun. Tapi kami harap hati-hati karena kalau banjir ada kekhawatiran.” Keterangan, Selasa (16/07/2024).
Ia mengatakan akan menghubungi BMKG untuk memantau cuaca, melihat ketinggian air di bendungan tersebut meningkat. Selain itu, juga dipastikan Early Warning System (EWS) yang memantau tumpahan air dapat berfungsi dengan baik.
“Kami juga sudah meminta DPU untuk melihat dan mengecek EWS (Early Warning System) yang terpasang. Kemudian jika terjadi banjir besar akan ada semacam rambu peringatan agar anak-anak aman,” imbuhnya.
Dan ibu tersebut memahami bahwa banyak warga yang memanfaatkan air yang jatuh ke ember tersebut untuk rekreasi. Namun, dia meminta warga berhati-hati.
Nantinya, tanda-tanda dan nomor darurat juga akan ditempatkan di area tersebut untuk dihubungi jika terjadi keadaan darurat.
“Karena anak-anak suka bermain, saya mohon agar berhati-hati saat bermain dan memperhatikan kondisi sungai,” tutupnya.
__________________
Artikel ini pertama kali tayang di detikJateng.
Simak Video “KPK Masih Cari Kantor Wali Kota Semarang, Dicekal 4 Ln” (wkn/wkn)