Jakarta –
Read More : Arsenal Persilakan Gabriel Jesus Pergi? Arteta: Tidak, Tidak
Anda dapat mempelajari cara memulai bisnis di mana saja. Hal ini dibuktikan oleh Sidney Bencriscutto, seorang pengusaha muda asal Amerika Serikat yang membangun bisnis bernilai miliaran rupiah hanya bermodalkan ilmu yang ia peroleh dari YouTube.
Sydney (34) telah bekerja sebagai tukang listrik panggilan sejak 2010, lapor Business Insider, Jumat (31/5/2024). Ia juga sesekali bekerja sebagai penyanyi hip-hop untuk menambah penghasilannya.
Namun setelah lebih dari sepuluh tahun bekerja, dia merasa tidak mempunyai cukup uang. Selain itu, ia dan istri barunya memiliki seorang putra berusia enam tahun pada tahun 2020. Situasi ini tentu menambah beban keuangan.
“Suatu malam saya menemukan video tutorial YouTube oleh Dan Vas yang berdurasi sekitar lima jam tentang membangun merek pribadi. Saya begadang dan menulis enam halaman catatan tentang keseluruhan proses (membangun merek pribadi),” katanya kepada Business Insider. .
“Keesokan paginya, saya dengan antusias menyampaikan ide tersebut kepada istri saya (memulai bisnis sendiri) dan dia menyetujuinya,” tambahnya.
Merasa ilmunya belum cukup, ia kemudian membaca buku bisnis seperti Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki dan Amazon FBA for Beginners karya Ryan Stephens. Sydney juga mulai mendengarkan podcast bisnis untuk belajar sebanyak mungkin tentang e-commerce.
Semua itu dia lakukan dari pagi hingga sore. Dengan berbekal ilmu yang ia peroleh dari YouTube, Sydney mulai mencari ide bisnis nyata hingga ia mulai menjual wiski melalui e-commerce.
“Saya menemukan pemasok yang tepat untuk produk siap jual (wiski) dan menambahkan merek saya sendiri untuk menjadikannya unik,” katanya.
Hanya dalam waktu tiga bulan, Sydney kebanjiran pesanan dan terjual ke lebih dari 500 pelanggan. Dari sana, ia bisa memperoleh penghasilan hingga USD 8.000 atau setara Rp 130 juta (kurs Rp 16.250).
Tak sampai di situ, Sydney mengaku meraup keuntungan lebih dari USD 100.000 (Rp 1,62 miliar) hanya dalam waktu satu bulan di tahun 2020. Berkat ini, ia mulai mengembangkan bisnis online-nya.
Setelah sukses itu, ia semakin giat berbisnis. Tidak hanya menjual minuman, ia juga menjual dompet, lilin, dan masih banyak barang lainnya melalui berbagai merek di Etsy dan Amazon. Semuanya mulai dari pengemasan, periklanan, dan desain grafis dikerjakan sendiri.
Dari seluruh perusahaan tersebut, hingga Maret 2024, Sydney mampu meraup pendapatan hingga USD 1 juta atau setara Rp 16,25 miliar. Ia berharap usahanya bisa meraup US$2,5 juta (Rp 40,62 miliar) tahun ini.
Namun seluruh keuntungan yang diperolehnya tidak ia habiskan untuk kebutuhan pribadinya guna melanjutkan usahanya. Sebaliknya, Sydney hanya menerima gaji tahunan sebesar US$150.000 atau Rp 2,43 miliar.
“Saya membayar diri saya sendiri sekitar US$150.000 (Rp 2,43 miliar setahun), tapi saya bisa mendapat penghasilan lebih jika penjualan perusahaan mencapai target,” ujarnya. (fdl/fdl)