Jakarta –
Read More : Pelabuhan Dimodernisasi demi Capai Target Arus Peti Kemas
Menteri Perekonomian Airlanga Hartarto mengatakan, pemerintah belum angkat bicara soal kelanjutan bansos pangan sosial 10 kilogram (kg) beras per bulan yang berakhir Juni 2024. Keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan ini sudah diberikan sebanyak 22 juta orang. sejak akhir tahun lalu.
Aerlanga mengatakan, belum ada pembahasan di Kabinet mengenai pemberian bantuan pangan. Menurut dia, saat ini harga pangan dan kondisi perekonomian mulai terjaga bahkan tumbuh baik.
“Tidak pernah dibahas (perpanjangan bantuan pangan). Pokoknya kita lihat nanti, harga mulai turun dan situasi mulai aman,” jelas Airlanga saat ditemui di Istana Presiden, Jakarta Pusat. Rabu (15/5/2024).
Bantuan pangan pertama kali diberikan untuk menunjang daya beli masyarakat. Kenaikan harga bahan pangan khususnya beras sejak tahun lalu hingga awal tahun ini disebabkan dampak musim kemarau El Nino yang menyebabkan banyak gagal panen.
Menurut Airlanga, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan, meski sudah Juni, namun belum ada pembahasan di kantor mengenai perpanjangan bantuan pangan beras 10 kg per bulan.
Nanti tanya ke Bulog. Belum ada (pembahasan) apa pun, ujarnya sesaat setelah dikonfirmasi di suatu tempat.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengisyaratkan bantuan pangan berupa beras 10 kg akan diperpanjang hingga Desember 2024. Hal itu disampaikan Jokowi saat menyalurkan bantuan pangan tersebut di Kompleks Gudang Pangan Lande, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Senin, 13 Mei 2024.
Jokowi mengatakan, pemerintah belum memutuskan apakah akan memperpanjang bantuan tersebut setelah Juni 2024. Namun, ia membuka kemungkinan memberikan bantuan jika APBN memiliki ruang anggaran. Bantuan pangan ini diperkirakan akan diperpanjang hingga Desember 2024.
Jadi 10kg terus sampai Juni. Kita lihat apakah APBN ada anggarannya sampai Desember. Kita doakan bersama agar terus sampai Desember, jelas Jokowi. (kata/gambar)