Jakarta –
Read More : Tanggal 21 Juli 2024 Jadi Hari Terpanas Sedunia
Bank Mandiri juga telah menyatakan komitmennya untuk mendukung industri kreatif tanah air melalui inisiatif sosial dan lingkungan (TJSL). Sementara itu, Bank Mandiri meluncurkan proyek baru untuk memperkuat kelompok tenun tradisional di Bali, Lombok dan Kupang, yang diharapkan mampu mempromosikan produk tenun Indonesia di kancah internasional.
SEVP Corporate Relations Bank Mundiri, Visnu Teri Hanggudu menegaskan komitmen Bank Mundiri terhadap pengembangan industri fashion lokal, khususnya dalam pemberdayaan kelompok tenun tradisional. Menurut Visnu, Bank Mandiri akan memberikan peluang untuk meningkatkan sektor ekonomi kreatif, menghadirkan produk UMKM lokal ke pasar domestik dan internasional hingga meningkatkan nilai penjualan produk tersebut. Diharapkan nilai penjualan meningkat dan pendapatan para pelaku UMKM di sektor kreatif meningkat dan perekonomian masyarakat tumbuh pesat.
“Tenun Bali, Lombok, dan Kupang tetap menjaga warisan budaya dan nilai seni. Kami melihat potensi besar dalam mempromosikan produk tersebut agar mampu bersaing di pasar internasional,” kata Wisnu, Sabtu (16/11) malam. Kompleks Gara Wisnu Kenkana (GWK), Bukit Ungasan, Bali.
Dalam proyek tersebut, empat kelompok tenun di Lombok, Bali dan Kapang mendapat dukungan Bank Mandiri untuk mengembangkan industri kreatifnya. Antara lain Koperasi Produsen Cipta Wastra Sundara di Bali yang menghimpun 63 penenun dari sembilan daerah, dua kelompok binaan Rumah BUMN di Kapang yaitu Kelompok Tenun Ikat Ina Sabu beranggotakan 30 orang dan Kelompok Tenun Ayu Tupas beranggotakan 14 orang dan membentuk a kelompok usaha patungan dengan 13 orang penenun dari Nyalakok Lombok Timor.
Visnu menjelaskan, Bank Mandiri juga akan memberikan pelatihan khusus untuk memperdalam keterampilan menenun dan membekali para penenun dengan berbagai sarana dan prasarana seperti mesin jahit, mesin tenun, bahan baku benang, pewarna, dan peralatan pendukung lainnya Dukungan Bank dan Penghargaan Pita Emas ini bertujuan untuk mendorong berkembangnya industri kreatif lokal dan memberikan peluang bagi produk Indonesia untuk lebih dikenal di luar negeri.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada para penenun lokal untuk mengembangkan, berinovasi dan memasarkan karyanya secara internasional,” kata Wisnu.
Dukungan ini, lanjutnya, merupakan langkah nyata Bank Dunia dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan Tujuan 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Bank sekaligus emiten berkode BMRI ini mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari misi perseroan untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai badan usaha milik negara yang menjadi penggerak perekonomian nasional. Dengan berupaya meningkatkan kualitas produk, Bank Mandiri berharap tenun Bali, Lombok, dan Kupang dapat menjadi gaya Indonesia yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.
Proyek TJSL Bank Mandiri diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat setempat, namun juga menciptakan lapangan kerja yang layak dan berkelanjutan.
“Dengan kerja sama ini, kami ingin membuka jalan yang lebih luas bagi para wirausahawan kreatif, mendorong mereka untuk terus berkarya, dan membawa produknya ke pasar yang lebih luas,” tutupnya. (akd/misalnya)