Jakarta –
Read More : PM Singapura Respons Kebijakan Tarif Trump, Ingatkan soal Krisis Dunia
Kepemimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sedang memulai babak baru. Setelah sebelumnya Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie berebut kursi perdana menteri, kini mereka sepakat untuk berdamai.
Berdasarkan Musyawarah Nasional Persatuan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Munas), Anindya dikukuhkan sebagai Ketua Kadin periode 2024-2029, sedangkan Arsjad dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin masa jabatan Kadin hingga saat ini. akhirnya disepakati untuk pergi bersama ?
Kegaduhan di Kadini bermula saat Anindya Bakrie diumumkan sebagai Ketua Umum Kadini pada Sabtu, 14 September 2024 melalui Musyawarah Nasional Khusus (Munaslub). Melalui Munaslub, jabatan Arsjad sebagai Ketua Kadin dicopot mulai 2021.
Anindya membeberkan sejarah pengangkatannya sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia. Ia mengatakan, Munaslub merupakan inisiatif kamar dagang dan industri daerah untuk menyikapi dinamika organisasi.
“Saya hadir Sabtu lalu pada Musyawarah Nasional Kadin Tahun 2024, keinginan Kadin Daerah (Kadinda) dan Asosiasi/Asosiasi (ALB) yang menangani dinamika organisasi dan menginginkan Kadin yang netral dan konsisten sebagai mitra strategis pemerintah. . . tulis Anindya di media sosial X pada 17 September 2024.
Diakuinya, dalam konferensi nasional tersebut, dirinya meminta untuk menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2024-2029. Sebagai orang yang sudah 25 tahun berada di Kadin, ia memahami hal tersebut. Anindya pun mengatakan akan menunaikan amanah tersebut.
Pada Minggu (15/9/2024), ia menggelar workshop di kantor Kadin Indonesia. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkuham) Supratman Andi Agtas hadir dalam kesempatan tersebut.
Tak pelak, kubu Arsjad keberatan. Saat itu, Arsjad mengumumkan pihaknya akan mengambil tindakan hukum terhadap anggota yang terkait dengan Munas.
“Kami melakukan upaya hukum untuk menjaga keutuhan organisasi dan menegakkan hukum yang ada,” kata Arsjad Rasjid dalam jumpa pers di Hotel JS Luwansa Jakarta, Minggu (15/9/2024).
Tindakan Munaslub yang menunjuk Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia batal. Tindakan mendadak ini disebut ilegal karena tidak sesuai dengan AD/ART Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
“Kami akan melakukan tindakan pendisiplinan terhadap pihak-pihak yang terlibat untuk memastikan Kadin tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh pengusaha baik mikro, kecil, menengah, hingga besar,” ujarnya dalam pertemuan dengan Bahlil Lahadalia.
Di tengah persaingan tuntutan kepemimpinan Kadini, Arsjad dan Anindya bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Pertemuan disebut terjadi di kantor Bakrie
Pertemuan keduanya dibagikan melalui rekaman video yang diperoleh detikcom. “Hari ini Jumat, saya pembawa damai agar kita bisa makan bersama,” kata Bahlil, Jumat (27/9/2024).
Saat itu, Bahlil juga menanyakan komitmen Arsjad dan Anindya agar Kadin tidak memiliki dua kelompok Kadin yang mendapat sambutan positif dari kedua belah pihak saat mereka bersalaman.
“Tos, Kadin tidak boleh berdua, setuju?” katanya.
“Setuju,” lanjut Arsjad, dan Anin adalah tradisi Kadin melalui dia, Ketua Kadin Anindya.
Anindya Bakrie resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2024-2029. Hal ini diputuskan dalam Sidang Paripurna ke-2 Konferensi Nasional Konsolidasi Kadin Indonesia.
Keputusan tersebut dibacakan oleh Azis Syamsudin, Koordinator Hukum dan Hak Asasi Manusia (Peraturan Perundang-undangan, Sumber Daya dan Prasarana), Wakil Presiden (WKU), yang memimpin rapat paripurna.
Jadwal acara hari ini menetapkan Presiden Anindya Novyan Bakrie sebagai Ketua Kadin Indonesia masa jabatan 2024-2029. Apakah ini bisa disetujui?” kata Azis yang disetujui peserta tes lalu pukulan palu, di Ritz Carlton Mega Kuningan, Kamis (16/1/2025),
Sementara itu, Arsjad menjabat sebagai Dewan Pembina Kadin periode 2024-2029. Soal keputusan Dewan Pertimbangan Pak Mohammad Arsjad Rasjid Tahun 2024-2029, apakah bisa disepakati? Aziz menambahkan, hal ini disetujui oleh para penguji.
Arsjad diberi kesempatan berpidato lalu meminta maaf. Dengan peran barunya di Kadin, Arsjad berharap partainya bisa bekerja sama demi kebaikan perekonomian nasional.
“Hari ini, menjelang berakhirnya peran saya sebagai Ketua Umum Kadin, izinkan saya mohon maaf jika ada program aksi yang kurang sempurna. Insya Allah kita akan bekerja sama dalam peran baru, berkontribusi untuk kesejahteraan rakyat. masyarakat, perekonomian negara, dan dunia usaha,” tutupnya.
Saksikan video “Prabowo Hadiri Konferensi Konsolidasi Persatuan Kadin 2025”:
Tonton DetikPag Live: (ily/hns)