Jakarta –
Read More : 5 Tahun Berlalu, Keluarga Mat Solar Harap Ganti Rugi Tanah untuk Tol Cepat Cair
Artis Asila Mayisa saat ini sedang menempuh studi hukum di Universitas Indonesia. Namun ada masalah aneh yang ditemuinya, yaitu cara masuk ke antarmuka pengguna.
Putra Ramsay menjawab topik ini. Ia menegaskan tidak pernah membayar biaya apapun dan dibantu oleh orang tuanya untuk kuliah di Universitas Indonesia.
“Saya masuk UI melalui jalur SIMAK KKI, berbeda dengan SIMAK reguler. SIMAK reguler hanya sekedar tes. Tapi karena saya ingin lolos kursus internasional, maka saya mengikuti tes tersebut dan juga mengikuti tes bahasa Inggris,” ujarnya kemarin di kawasan Pondok Inda, karate C Selatan.
“Saya ambil IELTS. Dan alhamdulillah IELTS-nya bagus. Dan nilai SIMAK saya bagus, jadi saya diterima. Sebenarnya tidak ada pembayaran, jujur saja,” lanjutnya.
Asila Maiza tak mau ambil pusing dengan topik miring di tengah perkuliahan. Dia ingin berkonsentrasi pada studinya.
“Karena aku sudah seperti itu sejak SMA, tapi aku lebih santai karena jadwal kuliahku lebih fleksibel,” ujarnya.
Pelantun Raise Your Hands itu bercerita tentang rencana karirnya ke depan setelah bergabung dengan Departemen Hukum UI. Dia sebenarnya ingin menjadi pengacara.
“Sebenarnya kedepannya aku mau jadi pengacara atau tidak, aku belum tahu, tapi kalau jadi pengacara bisa saja. Sebagai artis di Hollywood, Kim Productions itu nama besar, tapi dia adalah seorang pengacara dan juga mengambil hukum jadi sebenarnya bisa saja, tapi saya tidak berpikir sejauh itu,” ujarnya.
Namun Asila Maisa tak mau menerima kenyataan bahwa dirinya harus meninggalkan dunia hiburan untuk bekerja sebagai pengacara. Ia berharap bisa melakukan hal serupa di masa depan.
“Kalau mendalami bidang hukum mau jadi apa, sebetulnya saya ingin jadi jaksa. Tapi karena saya tidak mau menyerah dalam bidang tarik suara dan dunia hiburan, makanya kalau saya ingin bekerja di bidang hukum hukum, minimal pengacara,” tutupnya. Saksikan video “Video: Pengamat Puji Langkah UI Tangguhkan Gelar Doktor Bahlil” (Mao/Mughla)