Jakarta –

Read More : Pantai di Inggris Berubah Jadi Ungu, Ada Apa Ya?

Marunda merupakan salah satu kawasan di Jakarta yang memiliki pantai dan menjadi destinasi wisata yang sangat populer. Nama Marunda erat kaitannya dengan sejarah Batavia.

Selain pantai, Maruda memiliki beberapa lokasi wisata yang bisa Anda kunjungi, antara lain Rumah Si Pitung dan Masjid Al Alam. Ketiga tempat wisata tersebut letaknya berdekatan satu sama lain. Jadi, dalam satu waktu ada dua atau tiga lokasi wisata yang dilintasi.

Wisata sejarah juga dikaitkan dengan nama Marunda itu sendiri. Meski banyak versi nama Marunda, namun terdapat kesamaan asal usul nama Marunda, yaitu Fatahila dan pasukannya tiba di Batavia untuk menyerang pelabuhan Sunda Kelapa.

Menurut pengelola Masjid Al Alam atau Masjid Al Marunda atau dikenal dengan nama Kusnadi, nama Marunda berasal dari dua kata yang berarti pengepungan tertunda. Di sinilah Fatihlah memusatkan pasukannya untuk menyerang Portugis di Sunda Kelapa.

Dia telah mendengar cerita ini sejak kecil. Ia yakin anak-anak seusianya yang tinggal di Marunda pasti pernah mendengar cerita tersebut.

“Jika kita mendengarkan cerita para sesepuh kita, Raden Fathilah dan Adipati Bahurekso datang ke Marunda dari Mataram untuk menyerang pelabuhan Sunda Kelapa. Nama Marunda memperingati kedatangan pasukan Raden Fathilah bersama Adipati Bahurekso. Marunda berasal dari dua kata., yaitu markas yang ditangguhkan,” kata Kusnadi kepada Detik Travel, Jumat (5/7/2024).

“Saya sudah mendengar cerita dari kecil bahwa Marunda adalah markas yang bertanggung jawab atas penundaan pasukan Fatahila yang datang ke Marunda untuk menunda pasukannya sebelum menyerang pelabuhan Sunda Kelapa,” jelasnya.

Strategi Fatihlah berhasil. Ia berhasil menaklukkan Portugis pada tanggal 22 Juni 1527 yang kemudian menjadi tempat lahirnya kota Jakarta.

Sementara itu, pengamat sejarah Asp Kambli mengatakan Marunda datang ke Ronda atau sedang menonton. Dan menurut Kusnadi, asal usul nama Marunda bertepatan dengan pasukan Fatahila yang hendak menyerang pelabuhan Sunda Kelapa.

“Marunda dari kata Ronda sebetulnya sepengetahuan saya adalah tempat yang menjadi pusat kegiatan pengawasan pada zaman Belanda. Apalagi pada masa peralihan antara Fatihlah dan Batavia misalnya, itu adalah proses C yang digunakan di Marunda untuk jadi markas, terutama sebelum penyerangan Sunda Kelapa sebelum penyerangan Silinsing,” kata Assep saat dihubungi Selasa (9/7).

Asep pun terbuka jika ada sumber yang memberikan informasi lebih spesifik mengenai nama Marunda, namun berdasarkan identifikasinya, ia meyakini nama Marunda berasal dari kata Ronda yang berarti wilayah pengawasan.

Jadi proses ini menjadi Marunda dari kata Ma dan Ronda, tapi toponimi ini masih bisa diperdebatkan kalau ada sumber lain, tapi kalau saya pernah melihatnya di peta lama, itu Maronda. Jadi ini berasal dari ranah kata yang dipantau atau diawasi,” ujarnya.

Sedangkan seperti tercantum dalam situs resmi Dinas Kebudayaan Jakarta, nama Marunda diambil dari nama Kali Marunda, tak jauh dari kawasan tersebut. Dan nama Marunda juga merupakan nama yang digunakan penduduk setempat untuk buah rasa mangga yaitu Bembem atau Kebebem.

Ada beberapa versi nama Marunda. Nah bagi anda yang ingin berkunjung dan merasakan Marunda bisa langsung mencoba informasinya melalui tempat-tempat wisata yang terdapat disana.

Kemudian muncul lagi pemberitahuan di website Bina Marg Jakarta bahwa kata Marunda berasal dari nama panggilan yang sopan. Berasal dari kata “rendah hati”, warga sekitar dikenal menjunjung tinggi nilai kerendahan hati, menghindari kesombongan, meninggalkan kesombongan yang dilarang agama.

Saksikan video “Sejarah Masjid Al-Alam Marunda yang Berdiri Pada Abad ke 16” (fem/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *