Jakarta –
Read More : Bahkan Microsoft Notepad Pun Dilengkapi AI
Di bawah kepemimpinan Erick Thohir, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai sudah berada pada jalur yang benar. Keberhasilan pembentukan massa dan ‘holding’ di lingkungan Anggota Komisi VI BUMN DPR RI; Ia mendapat pujian dari I Gede Sumarjaya Linggih.
Usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Komisi VI DPR RI dan Cabang BUMN pada Sabtu (3/8). Politisi Partai Golkar ini mengatakan, kiprah nyata Erick Thohir terlihat dalam kiprah BUMN. tersebut. Sekarang dalam perjalanan.
“Dari awal lagunya saya melihat performanya sangat bagus dalam pengabdian kepada BUMN. Lagu ini sesuai dengan tujuan dan kegiatan BUMN,” tulis I Gede Sumarjaya. Senin (5/8/2024).
“Apalagi kalau dikombinasi, dari segi ‘holding’, memungkinkan kita untuk benar-benar fokus ke BUMN, BUMN kita tidak akan menjadi kompetisi antar BUMN itu sendiri. Holding itu berjalan dengan baik, lebih efisien, dan tentu saja tidak semua orang bisa melakukannya. “Dibutuhkan keberanian yang besar untuk melakukan itu,” jelasnya.
Politisi Bali ini membersihkan, Pencampuran dan penanganannya efisien dan efektif, tambahnya seraya menambahkan bahwa ia akan menjadi ahli di bidangnya.
“Selama ini PELINDO dan yang lainnya harus mengurus rumah sakit. Memikirkannya saja sudah jadi masalah dan langsung memikirkan hal lain. Malah menurut saya ini keberanian dari Erick Thohir,” tegasnya. .
Pada saat yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan dukungan DPR RI akan terus memperkuat peran perusahaan BUMN sebagai tulang punggung perekonomian negara di masa depan. Ia mengatakan ke depan emas akan terus menguat sehingga menjamin pembangunan ekonomi Indonesia pada tahun 2045.
Menurut Erick, Pendapat yang diberikan oleh wakil rakyat khususnya Komisi VI; Sikap, Dukungan dan kritik positif lebih berkontribusi terhadap kinerja Kementerian BUMN dibandingkan tujuan memberikan penghargaan kepada pemerintah.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo juga mengatakan, di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, PLN berhasil melakukan restrukturisasi organisasi.
“Di bawah bimbingan Pak Erick Thohir, kami telah menata ulang seluruh proses bisnis secara sistematis dan mengubah budaya organisasi dari petugas menjadi bisnis. Aset-aset PLN yang sebelumnya terpisah-pisah telah terintegrasi,” kata Darmawan.
Dengan mengkonsolidasikan proses bisnis, PLN membentuk dua anak perusahaan, PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power, perusahaan pembangkitan terbesar di Asia Tenggara.
“Itulah sebabnya PLN bisa bergerak cepat dan efektif dalam mengelola energi untuk kepentingan masyarakat di pelosok tanah air. Direstrukturisasi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan energi secara luas, khususnya di sektor energi baru. transisi Kami mampu menyelesaikan PLTS Terapung Cirata dan PLTS IKN serta memproduksi hidrogen hijau dari atas hingga bawah,” tambah Darmawan.
Pasokan energi primer yang sebelumnya ditangani secara terpisah oleh masing-masing organisasi PLN, kini terintegrasi dengan PLN Energi Primer Indonesia sehingga meningkatkan keandalan pasokan listrik primer.
Dengan program ini, PLN juga membangun lini bisnis baru Beyond Electricity atau Beyond kWh yang terintegrasi dengan PLN ICON Plus.
“Kami membuat peralatan kelistrikan yang sebelumnya hanya digunakan untuk layanan kelistrikan untuk layanan di luar kWh. Kami memiliki layanan jaringan listrik, pengisian daya EV, switchgear, rooftop, ListriQu dan banyak lagi,” tutup Darmawan. Saksikan video “Heru Budi Bertemu Erick Thohir” Bahas Site Plan dan Lingkungan Monas (prf/ega)