Jakarta –
Read More : Telkom Pastikan Jaringan Telco Jelang HUT ke-79 RI di IKN
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Jawa Tengah (Jateng) RI melaporkan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai banyaknya pabrik tekstil yang tutup di provinsi tersebut. Koordinator Rombongan IV DPD RI, Perwakilan Jawa Tengah Kasita Kathmandu mengatakan, penutupan pabrik tersebut disebabkan membanjirnya produk tekstil yang masuk ke Tanah Air.
Casytha mencermati Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 8 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga Permendag No. 36/2023 tentang Aturan dan Ketentuan Impor menyebabkan terpuruknya industri TPT dalam negeri. Sebab, aturan ini dengan mudahnya mengimpor aturan pada produk tertentu. Misalnya, sepatu, pakaian, dan aksesoris pakaian tidak memerlukan pemeriksaan (Pertek) untuk peraturan impor.
“Permendag 8/2024 terbit 17 Mei 2024 untuk menyederhanakan undang-undang ini. Ada langkah pengurangan izin impor, jadi sekarang khusus tekstil. Impor, Indonesia punya keunikan impor tekstil,” kata Kasita Pekerja. , di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/5/2024).
Pabrik tekstil di Jawa Tengah, khususnya di Karanganyar, dikabarkan banyak yang tutup. Dampaknya, sekitar 1.500 orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sedangkan di Semarang yang dibebaskan sebanyak 8.000 orang.
“Saya juga mau sampaikan, banyak pabrik TPT yang tutup di Jateng, sekitar 1.500 orang dilepas di Karanganyar, 8.000 orang di Semarang, dan terakhir 700 orang dilepas di salah satu pabrik TPT di Pekalongan,” imbuhnya. .
Menurut dia, banyaknya orang yang dilepasliarkan akan meningkatkan angka pengangguran di Jawa Tengah. Dengan bertambahnya pengangguran maka tingkat kemiskinan pun akan meningkat. Hal ini tidak sesuai dengan visi dan tujuan Indonesia Emas 2045.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Shri Mulyani mengatakan kebijakan tersebut telah beberapa kali diubah. Ia menyatakan akan terus berpartisipasi dalam kegiatan penting dampak Reformasi Ekonomi 8/2024, khususnya bagi industri tekstil.
“Kalau kita mau dukung impor bahan baku, mereka bisa ekspor untuk menyeimbangkan bahan bakunya, tapi banjir kemarin membuat pasar Tanah Abang kosong, dan ekspor kita tingkatkan datang. baja Kami terus berkomunikasi.
Ia menambahkan, dua hal tersebut akan menjadi tujuannya. Hal ini karena perekonomian dunia sering digunakan untuk membuang atau menjual barang ke luar negeri, sehingga mematikan bisnis dalam negeri.
Saksikan juga video “Tren PHK yang Tinggi di RI Picu Kebijakan Tapering yang Mengkhawatirkan”:
(rd/rwm)