Jakarta –
Read More : Irish Bella Menikah dengan Haldy Sabri, Netizen: Bahagia Selalu!
AeroVironment (AV) telah menerima kontrak senilai $990 juta atau sekitar $15,3 juta dari pemerintah AS untuk memasok drone tempur ke militer AS.
Pesawat kamikaze yang dimaksud adalah Attractor System (LUS) yang dikembangkan AeroVironment, khususnya Switchblade 300 dan 600, lapor detikINET dari Techspot, Minggu (9 Januari 2024).
Belum diketahui berapa jumlah drone yang dibeli dengan nilai kontrak yang sama. Namun yang jelas kontraknya akan berlangsung selama lima tahun ke depan dan pengiriman akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan.
Meski disebut drone, namun Switchblade sebenarnya merupakan jenis rudal atau peluru kendali. Bisa ditembakkan menggunakan jenis peluncur roket atau bisa juga ditembakkan secara manual seperti pesawat terbang.
Sebelum meledak, rudal-rudal ini dapat terbang selama 40 menit dan mengirimkan rekaman video ke unit kendali drone, sebelum mengarah ke sasaran dan meledak sendiri. Pengendalinya adalah papan yang dipegang oleh pasukan di darat untuk menembakkan rudal.
Switchblade 300 dan 600 dipilih karena kemampuannya menghancurkan kendaraan lapis baja, tank, dan pasukan musuh di sekitar bangunan.
“AV bangga telah dipilih untuk memasok Switchblade guna memecahkan masalah tanggap darurat militer,” katanya. Kontrak terbaru ini menunjukkan kematangan dan efektivitas program kami, termasuk posisi AV untuk secara cepat menyebarkan dan memberikan solusi terbaik di kelasnya kepada para pejuang.” SVP AeroVironment dan GM Loitering Systems Brett Hush.
Switchblade 300 mampu terbang selama 20 menit dengan jangkauan 30 km. Itu dapat beroperasi di darat, laut atau pada platform seluler. Karena kebisingannya sangat sedikit, sistem sulit dideteksi, diidentifikasi, atau dilacak.
Sedangkan Switchblade 600 mampu terbang selama 40 menit dengan jangkauan hingga 40km. Perang anti-tank mirip dengan rudal Javelin yang banyak digunakan.
Kedua model memiliki kamera elektro-optik dan inframerah, yang memungkinkan pengguna untuk melihat panorama target atau memandu rudal secara manual jika diperlukan.
Sebelum perjanjian terbaru ini, militer AS menggunakan rudal tersebut untuk menyerang pasukan Rusia dalam perang di Ukraina.
Tonton video “Pertempuran sengit di Kharkov, rudal Rusia dan Ukraina bertabrakan” (asj/rns)