Jakarta –

Read More : Catat! Cuma Beras Jenis Ini yang Kena PPN 12%

Indonesia telah berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan sekitar 5% selama satu dekade terakhir. Pencapaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu bertahan, namun juga terus berkembang meski menghadapi berbagai tantangan global yang ada.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keberhasilan Indonesia menjaga perekonomian nasional berkat dukungan berbagai kebijakan yang ditujukan pada transformasi struktural dan penguatan sektor teknologi tinggi.

Menurutnya, dengan landasan ekonomi yang kuat, Indonesia siap menatap masa depan, meraih peluang global, dan terus berkontribusi pada peta perekonomian global.

“Pertama tentu kalau kita melihat tren pertumbuhan ekonomi relatif selama sepuluh tahun terakhir, kita bisa menjaganya di angka 5%. Dan 5% itu diikuti dengan inflasi yang rendah yaitu 2,5%. Jadi kalau kita lihat 10 tahun Lalu, inflasi kita di atas 8,36%. Jadi, inflasi sudah turun jauh, sehingga pertumbuhan ekonomi kita lebih baik dibandingkan 10 tahun lalu, kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/3/2024).

“Dan karena inflasinya rendah, maka bunganya juga. Karena pada periode ini kita suku bunga perbankan yang satu digit. Padahal sebelumnya dua digit,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pemerintah juga berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 11,25 persen menjadi sekitar 9 persen, dan kemiskinan ekstrem kembali ke angka nol.

Di sisi lain, tambahnya, kesempatan kerja meningkat signifikan dengan jumlah pekerja kini mencapai 142 juta orang, naik dari 118 juta orang pada tahun 2014. Cadangan devisa negara juga melonjak menjadi 150 miliar dolar, dibandingkan sekitar $100 miliar. pada tahun 2014. 2014.

Meski demikian, Airlangga menekankan pentingnya upaya tambahan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen. Dia menekankan bahwa melambatnya pertumbuhan ekonomi global membuat pencapaian tujuan ini menjadi lebih sulit.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan penekanan Indonesia pada upaya diversifikasi pasar ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat, sekaligus mendorong perjanjian Kerjasama Ekonomi yang komprehensif (CEPA). Salah satunya adalah pengurangan bea masuk yang saat ini masih tinggi dibandingkan negara seperti Vietnam.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya mencapai kemandirian pangan sebagai bagian dari strategi perekonomian jangka panjang Indonesia. Menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketergantungan impor pangan, pemerintah terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui pengembangan lahan pangan dan modernisasi teknologi pertanian. Langkah ini akan mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global yang semakin serius.

Airlangga menegaskan, peran APBN sangat penting sebagai shock absorber perekonomian Indonesia, apalagi mengingat status Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah.

Dengan komitmen kuat dan strategi yang tepat, ia yakin Indonesia bisa terus maju dan tetap berada di jalur menuju Indonesia Emas 2045. Saksikan video “Video: Airlangga pastikan ekspor dan impor Sritex terus berlanjut” ( prf/ega)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *