Jakarta –
Read More : PPN Jadi 12% Tahun Depan, Apa Dampak Positifnya?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlanga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar konferensi pers mengenai fundamental perekonomian saat ini dan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan tim terpilih Presiden Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka hadir.
Tim Prabowo yang terlibat merupakan anggota Satgas Pemerintahan Thomas Givandono Departemen Keuangan.
“Pada dasarnya ini adalah orkestrasi untuk kejelasan proses transisi, khususnya dari sisi kebijakan ekonomi dan APBN,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Senin. (24/6/2024).
Diakui Shri Mulyani, proses transisi ini menimbulkan kekhawatiran banyak pihak dan perlu dijelaskan sejelas-jelasnya agar tidak terjadi kebingungan.
“Karena akan menjadi pusat perhatian banyak pihak atau kelompok kepentingan yang harus terus kita jaga. Oleh karena itu, perlu adanya klarifikasi terhadap perkembangan perekonomian dan khususnya pelaksanaan RAPBN 2025 yang merupakan APBN pertama hasil pemilu. pemerintah, ini sangat penting.” , – jelasnya.
“Tujuan kami hari ini adalah memberikan klarifikasi agar tidak timbul perbedaan versi dan kesalahpahaman di masyarakat sehingga menimbulkan pertanyaan berbeda,” tegas Shri Mulyani Makro Fiskal 2025:
– Pertumbuhan ekonomi 5,1-5,5% Inflasi 1,5-3,5% Nilai Tukar 15,300-15,900 IDR/$ – Suku bunga SBN 10 tahun 6,9-7,2% – Harga minyak $75-85/barel- Minyak Naik 580-605- Gas Alam Naik 1,003 -1.047 Tujuan dan Indikator Pembangunan:
– Tingkat kemiskinan 7-8% Tingkat kemiskinan ekstrem 0% Rasio Gini 0,379-0,382- Tingkat pengangguran terbuka 4,5-5,0- Indeks sumber daya manusia 0,56- Tingkat petani 115-120- Tingkat nelayan 105-108 (bantuan/lebah)