Jakarta –

Read More : KKP Sebut RI Jadi Produsen Tuna Terbesar Dunia, Kalahkan Taiwan & Jepang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah federal tak segan-segan memberikan sanksi kepada pemerintah daerah (Pemda) yang nakal dan terbukti memanipulasi data inflasi agar terlihat bagus agar bisa mendapatkan reward di bidangnya. Bentuk insentif pajak

Air Lanka mengatakan pihaknya memberikan insentif untuk memungkinkan pemerintah daerah mengendalikan inflasi. Terutama makanan yang berfluktuasi yang sangat penting dalam menjaga daya beli masyarakat

“Iya, yang nakal harus dihukum. Karena kami memberi Anda insentif untuk menjaga pola makan yang berfluktuasi. Mengapa diet fluktuatif itu penting? Karena jangan sampai daya beli masyarakat tergerus karena kenaikan harga pangan,” kata Airlangga kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat. Pada hari Jumat 10/4/2024

Sayangnya, Airlangga belum mau membeberkan daerah mana yang menangani data inflasi tersebut. “Nanti penipuannya akan kami tindak lanjuti. Nanti kebocorannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membenarkan adanya pemerintah daerah yang memalsukan data inflasi untuk mendapatkan imbalan. Meski jumlahnya tidak besar Namun dia tidak membenarkan tindakan tersebut.

Informasi tersebut diketahui dari diskusi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

“Saya sudah cek ke Pak Tito. Tuan Menteri Dalam Negeri Katanya ada beberapa. Tapi jumlahnya sangat sedikit dan sudah diperbaiki,” kata Sri Mulyani kepada wartawan dari kantornya. Jantung kota Jakarta

Sri Mulyani menekankan data inflasi harus akurat dan dapat diandalkan. Jangan biarkan hadiah federal justru menyebabkan kesalahan.

“Saya tekankan sekali lagi bahwa data inflasi harus akurat dan dapat diandalkan dalam hal ini Pak Tito, karena kami menawarkan reward. Jangan sampai penghargaan menciptakan sikap atau tindakan yang mendistorsi angka inflasi sebenarnya,” kata Sri Mulyani.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *