Jakarta –

Read More : Piala Dunia Antarklub 2025: Kesempurnaan Fase Grup Hanya Milik Man City

Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pentingnya peran menjaga hubungan dengan negara lain dalam upaya mengembangkan perekonomian Indonesia. Termasuk masyarakat Republik Tiongkok (China).

Menurutnya, perekonomian berkelanjutan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dunia saat ini, tidak lepas dari kerja sama dengan Tiongkok.

“Indonesia dan Tiongkok merupakan pendukung transformasi digital global yang pesat dan telah memperkuat jalur pembangunan ekonomi kedua negara. Selain proyek investasi skala besar, perusahaan Tiongkok juga mendukung upaya kuat untuk memperkuat rencana pembangunan infrastruktur Indonesia, khususnya dalam pembangunan. keterampilan “pengembangan” sejalan dengan kebutuhan ekonomi baru yaitu ekonomi hijau dan digital,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20 September 2024).

Pengumuman itu disampaikannya pada Kamis (19 September) saat peringatan 75 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta.

Airlangga mengatakan Tiongkok telah menjadi mitra dagang dan investasi Indonesia. Total perdagangan antara Tiongkok dan Indonesia diketahui tercatat sebesar US$127,8 miliar pada tahun 2023 (tidak termasuk Hong Kong).

Terkait kerja sama regional, ia mengatakan ASEAN dan Tiongkok berada pada level hubungan dagang tertinggi. Menurut statistik ASEAN, volume perdagangan dengan Tiongkok akan mencapai rekor baru sebesar US$702 miliar pada tahun 2023. Angka ini menjadikan Tiongkok sebagai mitra dagang terbesar ASEAN selama lima belas tahun berturut-turut.

Airlangga mengatakan potensi pertumbuhan dan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok masih memiliki potensi besar. Peluang baru bermunculan di sektor teknologi, energi, lingkungan hidup, ekonomi digital, dan manufaktur.

Selain Kereta Cepat Whoosh yang mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konektivitas, kerja sama kedua negara dalam membangun kawasan ekonomi khusus juga patut dipertimbangkan.

Selain itu, Airlangga juga menyinggung perkembangan Tsinghua Southeast Asia Center yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali yang telah sukses beroperasi sejak diluncurkan pada 16 November 2022.

Pada akhir bulan ini, Tsinghua Southeast Asia Center bersama Dewan Nasional KEK, KEK Kura-Kura Bali dan Institut Insinyur Indonesia (PII) akan mengadakan acara berbagi pengetahuan dan networking di bidang semikonduktor. . Acara ini dinilai dapat mendorong dan mendorong kerja sama yang erat antara ilmuwan dan pelaku industri dari Indonesia dan Tiongkok.

“Hubungan Indonesia dan Tiongkok sangat mendukung dan bermanfaat. Saya yakin pemerintahan Indonesia yang akan datang mampu melanjutkan pencapaian tersebut untuk memperkuat dan memperkuat perekonomian masing-masing negara,” kata Menteri Perencanaan Airlangga. .

Lebih lanjut Airlangga mengatakan, Indonesia seperti halnya Tiongkok, yaitu membuka hubungan dengan seluruh dunia dan mendorong multilateralisme. Dengan mengedepankan kerja sama, ia yakin kedua negara dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi negara mana pun, namun juga berkontribusi terhadap perekonomian global.

Airlangga menutup kesempatannya: “Pada kesempatan yang indah ini, izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan rakyat Tiongkok atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia atas peringatan 75 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok.” Tonton video ini “Golkar Alasan Airlangga Mundur dari Ketum: Supaya Pilkada Lancar” (prf/ega)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *