Jakarta –

Read More : Budi Karya-Sri Mulyani Bakal Rapat soal Subsidi KRL Berbasis NIK

Menteri Agraria dan Perencanaan Daerah/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono meminta tambahan anggaran sebesar Rp675,87 miliar untuk tahun anggaran (TA) 2024. Namun, penelusuran yang dilakukan sejak Maret lalu belum juga dilakukan. mendapat jawaban dari Menteri Keuangan Shri Mulyani Indrawati.

Pria yang akrab disapa AAA ini menjelaskan, tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk menuntaskan sasaran program kerjanya pada tahun ini. Hal ini termasuk program Sistem Pendaftaran Tanah Komprehensif (CLRS) yang bertujuan untuk memiliki 120 juta tanah yang terdaftar pada tahun 2024, dimana pada bulan Juni hanya terdapat 114 juta tanah yang terdaftar.

“Belum (Menteri Keuangan ada tanggapannya), tentu masih kita pantau, sudah jelas kita usulkan anggaran yang kita yakini penting, fundamental untuk bisa menyelesaikan program-program kebijakan,” kata AHY ditemui di Konvensi Jakarta. Center (JCC) di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2024). Lalu anggaran tersebut akan digunakan untuk apa?

AHY menjelaskan anggaran tersebut juga akan digunakan untuk melakukan berbagai terobosan. Menurut dia, hal ini disebabkan permasalahan pertanahan dan tata wilayah memiliki tantangan kompleksitas sehingga memerlukan keberhasilan dan dukungan anggaran yang luar biasa untuk menyelesaikannya.

“Masalah pertanahan, termasuk masalah perencanaan wilayah, juga kompleks dan memerlukan dukungan anggaran, dan inilah yang coba kami lakukan, meskipun kami memahami bahwa negara bagian, pemerintah memiliki prioritas yang berbeda, banyak prioritas.”

Ia sendiri mengetahui pemerintah mempunyai banyak prioritas di bidang perekonomian, mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) hingga pertanahan, sehingga pihaknya memaklumi kondisi tersebut. Meski demikian, dia tetap berharap ATR/BPN mendapat tambahan anggaran.

“Semua orang punya kepentingan dan prioritas. Oleh karena itu, kami juga berusaha memahami situasi tersebut. Namun secara khusus kami juga meminta agar anggaran yang dialokasikan ke Kementerian ATR/BPN juga sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang diperlukan dapat kami capai,” dia berkata. Detail alokasi anggaran tambahan untuk AHY sudah rampung

Berdasarkan catatan detikcom, permintaan tambahan anggaran pertama kali diajukannya pada rapat kerja (Raker) Komisi II DPR RI pada Maret 2024. Sedangkan pada 2024, Kementerian ATR/BPN mendapat pagu anggaran sebesar Rp7,59 triliun.

Namun ATR/BPN terkena kebijakan penyesuaian otomatis yang disebut diblokir sebesar Rp404,31 miliar. Karena itu dia meminta tambahan anggaran karena menurutnya total anggaran tersebut tidak cukup untuk mencapai tujuan yang harus diselesaikan dalam 7 bulan ke depan. Berikut detailnya. Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) Rp 350 miliar Rencana Detail Wilayah (RDTR) Rp 100,4 miliar Persiapan lengkap dan digitalisasi 104 kabupaten/kota Rp 225,46 miliar

“Jadi untuk meningkatkan PNBP kita juga, kita sudah sepakat dengan Menteri Keuangan (Shri Mulyan) bahwa Kementerian ATR/BPN akan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp675,87 miliar dari pendapatan PNBP tahun 2023,” ujarnya. AHY dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2024).

(shc/das)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *