Jakarta –
Read More : Ekonomi Singapura Melesat ke 4% di 2024
CEO Arsari Group sekaligus adik dari Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo, sudah memastikan tak akan masuk dalam kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Hashim sendiri diketahui kini menjabat sebagai Ketua Kelompok Perumahan di tim transisi pemerintahan. Ia terlibat dalam berbagai perencanaan perumahan di era Prabowo, termasuk rencana pembangunan 3 juta rumah dalam setahun.
Meski terlibat dalam banyak proyek dan persiapan, Hashim menyatakan tidak akan bekerja. Jadi masih ada satu kursi kosong yang tersisa.
Hashim mengatakan, “Saya tidak akan bergabung dengan pemerintah, saya tidak akan menjadi pemimpin. Artinya tidak ada kebangkitan,” kata Hashim, dalam pertemuan bisnis dengan masyarakat terkemuka pasar internasional, di Menara Kadin, Jakarta, Senin (7/10/2024).
“Saya rasa saya bisa membuat rencana untuk pemerintahan berikutnya,” tambahnya.
Lebih lanjut Hashim menjelaskan, pemerintahan Prabowo telah merencanakan banyak proyek penting melalui Asta Cita. beberapa di antaranya adalah program 3 juta keluarga dalam setahun dan makan gratis (MBG).
Dari rencana 3 juta rumah tersebut, jelas Hashim, akan dibangun 2 juta rumah di pedesaan dan pesisir pantai serta 1 juta rumah di perkotaan setiap tahunnya.
“Pak Prabowo, 2 juta rumah di pedesaan itu diperuntukkan bagi UMKM, BUMDes dan mitra. Bagi yang punya perusahaan konstruksi, silakan ke kota. Kami ingin setiap tahun membangun 1 juta rumah di kota,” jelasnya .
Menurut Hashim, data BTN kini mencatat masih ada 10,7 juta keluarga yang menunggu hunian. Terdapat juga 27 juta keluarga yang tinggal di rumah penampungan tunawisma (RTLH), atau dikenal dengan istilah kumuh. Oleh karena itu, total 37 juta keluarga menunggu perumahan.
Ia senang rencana 3 juta rumah per tahun mampu mengatasi permasalahan tersebut. Hashim juga meyakini program ini juga dapat mendukung perkembangan industri real estate khususnya perumahan dan memberikan kontribusi hingga 1% terhadap perekonomian Indonesia.
“Target Prabowo 8% itu belum termasuk perumahan. Dengan perumahan kita bisa menambah 1% lagi, sampai 9% dan itu lain yang kita rencanakan,” kata Hashim. (shc/kil)