Jakarta –
Adidas akan meningkatkan produksi untuk memenuhi target penjualan tahun ini. Produksi banyak produk seperti Samba dan Gazelle dalam berbagai warna akan ditingkatkan.
CEO Adidas Bjorn Gulden seperti dikutip Reuters mengatakan, peningkatan penjualan sudah terlihat sejak awal tahun lalu. Penjualan sepatu meningkat jutaan pasang sepatu setiap bulannya. Oleh karena itu, perusahaan ingin meningkatkan popularitasnya kembali.
Gulden mengatakan, harga jual berbagai jenis sepatu seperti Samba, Gazelle, dan Spezial pada kuartal I setara US$90 atau Rp 1,44 juta (asumsi kurs Rp 1,44 juta) ke atas. Edisi khusus atau kolaborasinya bisa dibanderol dengan harga US$350 atau Rp 5,6 juta.
Investor dan analis mengamati tanda-tanda bahwa Adidas menjadi terlalu bergantung pada sepatu setelah bisnis Yeezy berakhir. Adidas mengalami kerugian pertamanya dalam 30 tahun pada tahun lalu ketika perusahaan tersebut memutuskan kontraknya dengan rapper Kanye West.
Adidas Samba memenangkan penghargaan Sepatu Terbaik Tahun 2023 dari Footwear News, kemenangan pertama merek tersebut sejak Yeezy Boost 350 pada tahun 2015.
Analis Bernstein Anisha Sherman memperkirakan penjualan sepatu tahun ini mencapai 1,5 miliar euro (US$1,61 miliar), sekitar 7% dari total pendapatan Adidas dan mendekati 1,7 miliar euro yang dihasilkan oleh Yeezy pada puncak penjualannya. Dia memperkirakan penjualan roofing shoes akan mencapai puncaknya di seluruh daerah pada tahun ini.
“Jelas dan jelas tren ini tidak akan bertahan selamanya,” kata Thomas Jockel, manajer portofolio di manajer aset Union Investment yang berbasis di Frankfurt, yang memegang saham Adidas.
“Pada akhirnya, konsumenlah yang memutuskan dan perusahaan seperti Nike atau Adidas harus gesit mengikuti tren ini,” ujarnya.
(akd/kg)