Jakarta –
Read More : Terpopuler: Penumpang Nekat Lompat ke Gerbong Kereta Cepat Karena Telat
Kantor Presiden (KSP) menyatakan akan menghubungi pemilik usaha atau importir bawang putih dan mendapatkan masukan mengenai jumlah minimal impor komoditas tersebut. Sedikitnya impor bawang putih menjadi alasan mengapa harganya tidak pernah turun.
“Dengan persetujuan Kementerian Perdagangan minggu ini, kami akan mengundang importir bawang putih ke Kantor Presiden untuk membahas cara mempercepat impor,” kata Eddie Priyono, Deputi III Kantor Presiden. Pada Senin (13/05/2024) diadakan rapat penanganan inflasi, seperti dilansir Kementerian Dalam Negeri di YouTube.
Edi juga mengatakan akan mendalami penyebab perbedaan harga antarwilayah. Sebab, menurut dia, harga bawang putih mencapai 70.000 dolar AS per kg, sedangkan di daerah lain di bawah 40.000 dolar AS.
“Kemungkinan masalah distribusinya akan kita lihat. Kita cek apakah importir ini punya wilayah pasar tertentu atau tidak ada importir. Karena kita mengandalkan impor, maka alur distribusinya harus baik,” ujarnya. dia menjelaskan.
Menurut Ed, Badan Pangan Nasional saat ini sedang mempersiapkan sanksi administratif terhadap importir yang tidak merealisasikan PI-nya.
“Kami sudah memberikan izin, kami tidak bisa memberikan PI. Kemudian pemilik usaha bisa memutuskan kapan akan mengadakan introduksi bawang putih,” tutupnya. (ada/rd)