Jakarta –

Read More : Jadwal Grand Final FFWS SEA 2024 Spring, Main Hari Ini

Layanan Trans Metro Dewata (TMD) berpotensi untuk dihidupkan kembali. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali memberi sinyal subsidi anggaran operasional, sedangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan mengambil alih koridor layanan TMD mulai Juli 2025.

Sinyal positif Kementerian Perhubungan disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik alias Niluh Djelantik. Harapan tersebut disampaikan saat audiensi dengan PT Satria Trans Jaya selaku operator TMD.

“Mbok sudah berdiskusi dengan Wamenpar (Wamenpar Ni Luh Puspa). Prinsipnya sudah disetujui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun Kemenhub perlu melihat suratnya.” kata Ni Luh Djelantik usai audiensi dengan PT Satria Trans Jaya, Sabtu (1/4/2025) di Kuta, Kabupaten Badung.

Niluh menjelaskan, Pemprov Bali telah mengirimkan surat permintaan kepada Kementerian Perhubungan untuk melanjutkan kontrak pengoperasian TMD. Namun, tampaknya surat tersebut tidak sampai ke Kementerian Perhubungan.

Ia kemudian berinisiatif meminta salinan surat tersebut kepada Pemprov Bali dan mengirimkannya kembali ke Kementerian Perhubungan. Ia berharap salinan surat tersebut sampai dan disetujui secara resmi oleh pemerintah.

Surat itu sudah diserahkan Mbok ke Wamenpar untuk yang kedua kalinya. Jadi kita berjuang secara paralel. Harapan kita Trans Metro Dewata tetap bisa melayani masyarakat, kata Niluh Djelantik.

Selain itu, Dinas Perhubungan Bali dan PT Satria Trans Jaya akan mendatangi Kementerian Perhubungan pada Senin (6/1) untuk meminta tanggapan atas surat permohonan tersebut.

Pemprov Bali juga berencana mengambil alih koridor layanan TMD. Inisiatif ini tertuang dalam surat bernomor B.00.500.11/61255/setda tanggal 31 Desember 2024 yang ditandatangani Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya.

Surat dukungan pendanaan program angkutan umum perkotaan dengan skema pembelian jasa (BTS) telah ditujukan kepada Kementerian Perhubungan. Pemprov Bali menyatakan telah mengintegrasikan layanan TMD dengan Trans Sarbagita.

“Kemampuan pembiayaan Koridor 2B oleh Pemprov Bali akan dimulai pada Juli 2025 dan diambil alih secara bertahap pada tahun depan,” tulis Mahendra kepada Kementerian Perhubungan, seperti dikutip detikBali, Senin (1/6/2025).

Selain rencana tersebut, Pemprov Bali menyatakan telah menganggarkan pelayanan pangan melalui pemerintah daerah di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan). Pemerintah Provinsi Bali juga telah membentuk badan layanan umum daerah untuk menampung pendanaan layanan angkutan umum.

Berdasarkan hal tersebut, kami berharap layanan angkutan perkotaan Buy The Service pada koridor lain di wilayah perkotaan Sârbagita terus didanai oleh pemerintah pusat, kata Mahendra.

Mahendra berpendapat, pendanaan TMD sebaiknya dilanjutkan oleh pemerintah pusat untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pariwisata di Bali. Selain itu, ia yakin keberadaan TMD dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di kawasan Sârbagita.

Hingga saat ini BTS Urban Transport (TMD) menjadi satu-satunya harapan pemerintah dapat menegakkan peraturan lalu lintas tanpa mengganggu lalu lintas secara umum, ujarnya.

Niluh Djelantik juga menilai penghentian operasional bus TMD akan berdampak buruk, termasuk pada sektor pariwisata Bali. Ia juga mengingatkan Pemprov Bali untuk terus melanjutkan pembangunan sarana dan prasarana pendukung jika operasional TMD kembali dilanjutkan.

Mbok sudah berdiskusi dengan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar Ni Luh Puspa). Prinsipnya sudah disetujui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ujarnya.

Sejak beroperasi pada tahun 2020, bus TMD mendapat subsidi APBN melalui Kementerian Perhubungan. Saat ini seluruh pegawai PT Satria Trans Jaya, termasuk pengemudi, masih dinonaktifkan, belum dipecat. Semua karyawan tetap menerima gaji. Simak Video: Nasib Sopir Bus Trans Metro Dewata Usai Operasi Terhenti (Wanita/Wanita)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *