Jakarta –

Read More : Seperti di Film-film, 3 Kapibara Kabur dengan Pecahkan Jendela Kandang

Perayaan Waisak tinggal beberapa hari lagi. Untuk menyambutnya, patung Buddha berbaring terbesar di Indonesia kembali dicuci.

Pencucian patung Maha Buddha Paranibbana atau populer dengan nama patung Buddha berbaring sudah menjadi tradisi di Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto. Ritual pencucian patung Buddha berbaring terbesar di Indonesia ini merupakan salah satu persiapan menyambut hari raya Waisak tahun 2568 Masehi.

Patung emas tersebut berukuran panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter. Inilah patung Buddha tidur yang terletak di tengah kolam ikan di kawasan selatan Vihara Maha Mojopahit. Patung ini diakui oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai patung Buddha tertinggi di Indonesia pada tahun 2001.

8 petugas Maha Vihara Mojopahit ikut mencuci arca Budha yang sedang naik daun. Mereka memerciki seluruh bagian patung Buddha berbaring dengan air yang mengandung bunga mawar, melati, cantil, dan cangana. Kemudian kotoran pada permukaan patung dibersihkan dengan kuas.

Setelahnya, patung Buddha Maha Paranibbana dimandikan dengan air murni yang mengalir melalui lubang tersebut. Tak ketinggalan, relief-relief penghias bagian dasar patung Buddha berbaring juga ikut dicuci hingga bersih.

Maha Vihara Mojopahit Bhante Nyanaloka Sthavira kepada wartawan di Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, Rabu (15/5/2024): “Bersihkan patung Buddha di bagian belakang untuk merayakan Waisak yang jatuh pada 23 Mei.”

Patung Buddha Maha Paranibbana menggambarkan momen wafatnya Buddha Gautama. Sang Buddha wafat dalam posisi duduk miring ke kanan dengan telapak tangan kanan di bawah kepala. Postur tersebut merupakan rutinitas sehari-hari setiap kali Sang Buddha berdiri.

Bagi umat Buddha, patung spiritual ini merupakan bagian sentral dari Maha Vihara Mojopahit. Sebab, itu merupakan salah satu hal pradaksina dalam perayaan Waisak. Artinya, berjalan mengelilingi benda-benda yang diatur dalam ajaran Buddha di area candi searah jarum jam dan posisi benda selalu di sebelah kanan.

Bhante Nyanaloka menjelaskan: “Artinya membersihkan patung Budha yang merupakan simbol wafatnya Sang Buddha. Karena sesuatu yang sakral mereka menggunakan bunga, maka patung ini akan dijadikan tempat ibadah bagi umat Buddha.”

Bagian dasar patung Buddha tidur berukuran besar ini dihiasi dengan relief-relief yang indah. Relief sisi timur berhubungan dengan sisi utara. Bab ini menceritakan kisah perjalanan Buddha Gautama ke Kusinara 3 bulan sebelum kematiannya. Saat itu Siddhartha karena kondisi fisiknya yang sudah tua lebih banyak dalam posisi tidur condong ke kanan saat mengajarkan agama Buddha kepada murid-muridnya.

Relief depan dan utara menceritakan kisah Siddhartha Gautama menjelang paranibbana atau kematian. Paranibbana adalah pencapaian tertinggi dalam agama Buddha. Orang yang mencapai paranibbana sejak lahir terbebaskan dalam 31 bidang kehidupan. Ketika relief-relief itu muncul kembali dan ke selatan menjadi satu kesatuan. Bab ini menceritakan tentang hukum karma atau sebab akibat di dunia

Menurut Bhante Nyanaloka, Hari Raya Waisak Tahun 2568 Era Budha atau 2024 M jatuh pada Kamis (23/5). Waktu Waisak tepat pukul 21.15 WIB. Waisak tahun ini mengusung tema ‘Hidup Berdampingan Nasional’. Perayaan akan diadakan dengan upacara peresmian.

Kemudian pada pukul 21.15 dilanjutkan dengan sembahyang Budha sambil menunggu momen Waisak, ujarnya.

Patung Buddha Maha Paranibbana dibangun untuk menghormati Guru Besar Buddha, Siddhartha Gautama. Sang Buddha lahir sebagai Siddhartha Gautama di Taman Lumbini, Kota Kapilavastu, India pada tahun 623 SM.

Ia merupakan putra tunggal penguasa Kerajaan Kosala, Raja Suddhodana dan dewi Maha Maya. Siddhartha mencapai pencerahan dan menjadi Buddha pada tahun 588 SM. pada usia 35 tahun saat bermeditasi di bawah pohon Bodhi di Hutan Gaya, India.

Buddha Gautama meninggal pada tahun 543 SM setelah 40 tahun mengajarkan agama Buddha. Ketiga peristiwa tersebut terjadi pada waktu yang bersamaan, yakni pada bulan purnama sidhi di bulan Waisak dalam penanggalan Budha. Umat ​​​​Buddha memperingati kelahiran, pencerahan dan kematian Siddhartha Gautama sebagai Hari Raya Waisak.

Bhikkhu Viriyanadi Maha Tera-lah yang memprakarsai pembangunan Maha Vihara Mojopahit dan patung Buddha setengah punggung. Maha Vihara Mojopahit dibangun pada tahun 1987, yang kemudian diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Soelarso pada tanggal 31 Desember 1989. Saat patung Buddha berbaring dibangun pada tahun 1993, pematung berasal dari Solo, Jawa, serta pematung dari Desa Bejijulan dan Trow. / Wilayah.

Patung besar tersebut dilukis dengan emas pada tahun 1999. Karena emas dianggap sebagai warna terbaik untuk menghormati Buddha Gautama. Seiring berjalannya waktu, patung Budha Tidur ini menjadi objek wisata. Toleransi antaragama sangat kuat di sini. Saat ini destinasi wisata tersebut dikelola oleh Yayasan Lumbini. Setiap kunjungan harus menambah dana kebersihan sebesar Rp 5000 untuk dewasa dan Rp 3000 untuk anak-anak.

____________________

Artikel ini telah tayang di detikJatim Simak Video “Tradisi Mencuci Patung Buddha Tidur Terbesar di Indonesia Sebelum Waisak” (wkn/wkn)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *