Jakarta –

Read More : Carragher Ragu Alexander-Arnold Bertahan di Liverpool

Pemerintah akan membuka keran impor 200.000 ekor sapi perah pada tahun 2025 guna memproduksi susu untuk program pakan ternak gratis (MBG). Impor tersebut tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal ini dibenarkan oleh Wakil Menteri Pertanian Sadariyono. Ia menjelaskan, pendanaan impor ternak akan bergantung pada investasi sektor swasta.

“Kami ingin mendatangkan sapi, tidak ingin menggunakan APBN, tapi kami mengundang pihak swasta untuk berinvestasi sapi di Indonesia,” kata Sudariono, Jumat (17/1/2025), di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat di kompleks.

Sadariyono mengatakan, persiapan impor sudah dilakukan sejak tahun lalu. Ia memastikan Peraturan Pendukung Pemerintah (PP) juga akan segera diterbitkan agar Indonesia bisa menambah negara lain sebagai negara asal impor ternak.

Insya Allah PP akan keluar sehingga kita bisa memasukkan banyak negara lain yang sudah terdaftar, terutama dari Brazil, karena populasinya sangat besar, katanya.

Ia juga mengungkapkan Indonesia akan mendatangkan sapi dalam jumlah besar. Setidaknya akan ada 1,2 juta sapi perah dan 800.000 sapi potong. Jadi totalnya akan ada 2 lakh sapi.

“Ada 160 perusahaan yang berkomitmen,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sudaryono menjelaskan, Indonesia tidak mungkin tidak melakukan impor hewan ternak. Hal inilah yang menyebabkan jumlah sapi hidup di Indonesia dinilai tidak mencukupi dibandingkan kebutuhan. Hal ini baik untuk susu dan daging, sehingga pemerintah perlu meningkatkan populasi sapi.

“Pemerintah tidak mengimpor sapi ya, tapi kita membuka peluang bagi seluruh dunia usaha untuk mendatangkan sapi. Kita bantu keluarkan izin tempat-tempat yang kita tawarkan. Insya Allah tahun ini (2025) sedang ditargetkan 200 ribu,” jelasnya.

Yang boleh bergabung tidak hanya perusahaan swasta saja, tapi juga perorangan dan koperasi. Ia pun meyakinkan pihaknya akan mendorong pemberdayaan masyarakat lokal.

Selain MBG (saja), susu kita impor 80%, susu yang kita minum 80% impor. “Mau tidak mau, tidak perlu impor, tidak ada jalan lain, indukannya harus kita bawa ke Indonesia,” ujarnya (shc/ara).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *