Jakarta –
Read More : Dea Sahira Sempat Maju Mundur untuk Nikah dengan Chand Kelvin karena Ini
Penyanyi dandut Fitri Carlina merupakan salah satu suporter setia timnas Indonesia, kerap hadir di stadion untuk mendukung tim kebanggaan Tanah Air, meski bertanding di luar negeri.
Meski penuh tantangan, Fitri Carlina tak segan-segan mengorbankan waktu, tenaga, dan uang demi hobi menonton timnas di mana pun.
“Kalau kita masuk ke masyarakat, kita dapat bantuan lebih banyak, tapi saya tetap harus menjadi cadangan di mana-mana, karena tidak lucu, kita terbang kesana-kemari, kita tidak dapat tiket, saya menangis di depan stadion, tidak. ,” kata Fitri Carlina kepada Trans TV saat ditemui di studionya, Jalan Kapitan P Tend, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2024).
Untuk memudahkan pembelian tiket, ia pun bergabung dengan asosiasi pendukung timnas Indonesia di luar negeri seperti Garuda Qatar yang membuatnya serasa punya keluarga baru.
“Saya juga anggota tim Garuda Qatar di sana, saya pendukung Garuda Qatar. Makanya saya punya banyak teman yang sudah seperti keluarga,” kata Fitri Karlina.
Namun dukungan ini tidak merata. Pengalaman tersulitnya adalah membela timnas di China yang tiketnya sangat terbatas.
“Yang paling susah kemarin di China. Tiketnya terbatas banget, awalnya cuma dapat 2000 tiket, baru dapat 200 tiket, kalaupun ikut komunitas masih susah,” jelas Fitri Carlina.
Alon Alon Wae, pelantun lagu tersebut, bahkan harus membeli tiket ganda untuk memastikan kehadirannya di stadion.
Sebenarnya saya beli tiket ganda, sebelumnya saya beli, saya beli lagi. Karena saya ingin bergabung dengan suporter, kata Fitri Carlina.
Meski harus merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa melihat timnas Indonesia di China, ia bertekad tidak terlalu mengandalkan koneksinya untuk mendapatkan tiket.
“Harga tiket di China tidak murah, di sana mahal, jadi saya belanjanya dua kali lipat saat itu, apalagi saat saya bersama suami ya, tapi tetap berusaha terjangkau. Seorang kenalan dekat saya, ia menyimpulkan “Video: ketika pelatih tim nasional Patrick Kluivert tiba di Indonesia” (ahs/pus).