Jakarta –

Read More : Berani! Pemuda 20 Tahun Teken Kontrak Ekspor dan Raup Omzet Rp 500 Juta

Banyak ambisi yang dimiliki pemerintah, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara maritim. Potensi pesisir negara dan lautnya yang luas mencakup dua pertiga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia sepanjang 81.290 km, akan dikembangkan. Bisnis pelayaran di laut juga banyak.

Berbagai kalangan, termasuk pihak swasta, ikut terlibat dalam mendorong Indonesia menjadi pusat maritim dunia, salah satunya dengan peluncuran Maritime Digital Infrastructure (MDI). MDI dibentuk dalam upaya mendorong perubahan teknologi di tanah air, khususnya industri maritim.

Pengembangan infrastruktur maritim berteknologi tinggi ini merupakan hasil kolaborasi Desktopip dengan perusahaan galangan kapal nasional PT Maju Maritim Indonesia (MMI) untuk mewujudkan visi negara mencapai United Kingdom 4.0 dan mendorong Indonesia menjadi pusat maritim.

Peluncuran platform MDI dilakukan langsung oleh Chief Executive Officer Moeldoko bersama CEO IP Desktop, Phidi Soepangkat dan Direktur PT Maju Maritim Indonesia, Dhany.

Moeldoko kali ini mengapresiasi kerja sama DesktopIP dan MMI yang dapat menjadi langkah awal perubahan di industri maritim. Moeldoko menjelaskan pentingnya penguatan teknologi tanah air untuk mencapai dominasi digital.

“Kita tidak hanya punya teknologi digital saja, tapi kita juga harus punya kekuatan digital, artinya R&D harus diperkuat untuk punya produk sendiri, banyak dari kita yang belum paham apa itu penyimpanan data, yang penting itu adalah penyimpanan data. ada di dalam produk. rumah kita ibarat barang yang aman di depan mata kita, “tetapi yang aman hanyalah tubuh kita. Namun informasinya mungkin tidak aman. Lebih baik lagi, alatnya sudah tersedia tetapi datanya ada bersama kita. Mesin cloud sedang dibangun, itu yang lebih penting,” kata Moeldoko dalam keterangannya, ditulis Selasa (1/10/2024).

Moeldoko kemudian kembali menegaskan pentingnya menjadi pemain di negara sendiri untuk mencapai penguasaan statistik dan potensi terbaik negara.

“Kita harus berubah dari pasar captive menjadi pasar kompetitif. Harus ada keinginan menjadi pemain global, tidak harus selalu menjadi pemain Tanah Abang, tapi harus ada semangat yang kuat untuk menjadi pemain dunia,” ujarnya. dikatakan.

Berdasarkan informasi yang diberikan Grand View Research, Inc., nilai pasar industri galangan kapal dunia mencapai angka yang mengesankan, yakni mencapai USD 2,67 miliar atau Rp 40,5 juta pada tahun 2022. Nilai tersebut diproyeksikan terus tumbuh dengan CAGR sebesar 19,1% dari tahun 2023 hingga tahun 2030. Sebagai negara terluas di dunia dan ¾ wilayahnya berupa laut, letak geografisnya sangat berguna bagi Indonesia.

Namun, sektor pembuatan kapal masih menghadapi sejumlah tantangan. Direktur PT Maju Maritim Indonesia Dhany menjelaskan, para pelaku usaha menghadapi berbagai kendala seperti risiko gangguan pada saat integrasi teknologi, perkembangan teknologi yang belum merata, biaya investasi yang tinggi, dan kurangnya pengembangan profesional yang berarti menggunakan komputer. Potensi industri ini bukanlah yang terbaik.

Saat ini juga terdapat galangan kapal yang mendukung industri maritim karena berkontribusi penuh dalam pembangunan tersebut, mulai dari pembangunan kapal, perbaikan, dan perawatan kapal. Peran tersebut pula yang menjadikan industri perkapalan sebagai salah satu motor penggerak penerapan konsep Tol Laut yang digagas Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo. Oleh karena itu, upaya peningkatan transformasi digital di industri perkapalan perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas geografis negara. (fdl/fdl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *