Jakarta –

Read More : Waspada, Dokter Ungkap BAB Kelamaan di Toilet Bisa Jadi Gejala Kena Kanker Usus

Menteri Kesehatan (Minkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat tidak terlibat dalam pemberian makanan tambahan (PMT) ke Mamuju. Oleh karena itu, ada kemungkinan PMT pada bayi babi dapat teridentifikasi sebagai bakteri penyebab keracunan 42 anak tanpa kendali otoritas kesehatan setempat.

“Saya dengar sebenarnya ada. Itu tidak dilakukan oleh Dinas Kesehatan, saya lupa organisasi mana yang melakukannya. Itu diperbarui, bukan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kehidupan,” kata Budi di konvensi Jakarta. . Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2024).

Budi mengimbau seluruh Perangkat Daerah (Pemda) memberikan PMT kepada anak-anak setempat untuk menghindari penutupan layanan kesehatan setempat. Sebab, Kementerian Kesehatan bisa memantau sepenuhnya keamanan pangan.

“Saya mohon kepada pemerintah daerah, jika ingin melaksanakan program seperti itu, silakan menghubungi Dinas Kesehatan setempat. Sehingga Dinas Kesehatan bisa melakukan hal-hal seperti pengendalian mutu, penjaminan mutu atas program yang diberikan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju, Sulawesi Barat menguji sampel daging babi yang diduga menyebabkan keracunan pada 42 anak dan remaja. BPOM Mamuju menemukan babi tersebut mengandung bakteri Escherichia coli atau E coli.

“Ada E coli, sudah ada mikrobiologinya, namanya E coli,” kata Kepala BPOM Mamuju Suliyanto seperti dikutip, Sabtu (11/5/2024).

Suliyanto mengatakan, saat dites, dia sudah berada di tingkat gubernur, jadi ada bakterinya.

“Kami agak bingung apakah kandungan E coli sudah ada (saat porcini dibagikan) atau karena sampelnya sudah tua, jadi kami belum bisa menyimpulkannya.” “Menteri Kesehatan mengatakan infeksi pneumonia-diare adalah penyebab utama kematian anak” (Devandra Abi Prasetyo/naf)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *