Jakarta –

Read More : Hotel Indonesia Kempinski Beroperasi 62 Tahun, Rayakan dengan Pameran Kebaya

Seekor paus pembunuh berenang dengan anaknya yang mati selama 17 hari. Itu adalah tanda berkabung. Namun, dia baru saja melahirkan bayi baru.

Kabar tersebut diumumkan oleh Direktur Penelitian Pusat Penelitian Paus Michael Weiss. Anak sapi kelahiran Tahlequah, yang dikenal oleh para peneliti sebagai J35, pertama kali terlihat pada 20 Desember di area Puget Sound saat berenang di J pod beberapa hari terakhir.

Awalnya, peneliti belum bisa memastikan identitas anak sapi tersebut secara pasti. Namun, pada Senin (23/12), para ilmuwan dan peneliti yang mengamati bayi paus tersebut “secara rahasia” mengidentifikasi Tahlequah sebagai ibu dan bayi tersebut sebagai Alpha Number J61.

Pada hari Jumat, seorang naturalis dan fotografer memotret bayi ikan paus. Tapi dia tidak memahaminya.

“Reaksi pertama saya saat melihat anak sapi itu adalah kaget. Saya hanya melihat gambarnya untuk melihat paus mana yang lewat di dekat dermaga penyeberangan yang saya lewati dan di salah satu gambar saya melihat seekor paus bungkuk yang sangat kecil,” ujarnya. .

Saat saya melihat-lihat rangkaian foto tersebut, saya menyadari bahwa itu adalah anak sapi yang sangat kecil, jauh lebih kecil dibandingkan anak sapi lain dalam kelompok tersebut.

“Saya tahu itu adalah anak anjing baru dari ukuran dan warna anak anjing tersebut, dan dari J35, paus pilot saya, paus yang membuat saya iri,” katanya.

Pusat penelitian paus mengumumkan melalui postingan Facebook bahwa mereka telah berhasil memotret bagian bawah anak paus tersebut dan memastikan bahwa itu adalah seekor betina.

Duo ibu-anak ini pertama kali menjadi berita utama pada tahun 2018 ketika dia berenang sejauh 1.000 mil melintasi lautan untuk mengambil jenazah anaknya, yang mati beberapa jam setelah lahir. Dia menolak untuk mencekik bayinya selama lebih dari dua minggu.

Dia melahirkan anak pertama pasca-peristiwa yang diketahui, J57, dua tahun kemudian pada tahun 2020. Dia juga merupakan ibu dari anak orca lainnya, J47.

Meskipun berita tentang kelahiran anak paus ini cukup menggembirakan dan menjanjikan, para peneliti tetap mengkhawatirkan populasi paus pembunuh asli di wilayah selatan. Paus ini terdaftar sebagai paus yang terancam punah di Kanada dan merupakan salah satu populasi mamalia laut paling terancam punah di Amerika Serikat. Tonton video “Banyak paus pembunuh terjebak di lautan es di lepas pantai Hokkaido” (msl/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *