Jakarta –

Read More : Menteri PANRB Usut Pemda yang Angkat PPPK di Luar Jadwal

Menteri Perdagangan Budi Santoso soal dugaan Minyakita dijual sebagai minyak goreng. Permintaan ini datang dari Kantor Menteri Utama (KSP) yang mengungkapkan hal itu menjadi salah satu alasan harga Minyakita tidak diturunkan.

Saat ditanya apakah dirinya pernah membayangkan Minyakita dijual sebagai minyak atsiri yang dapat dimakan, Budi menolak. Dia bertanya dari mana hak ini berasal.

“Tidak ada, siapa bilang?” ujarnya saat ditemui, Jumat (6/12/2024) di Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Saat ditanya apakah Kementerian Perdagangan sudah menerima laporan terkait atau belum, Budi menjawab belum.

“Tidak, tidak ada apa-apa,” katanya singkat.

Sebagai informasi, harga rata-rata Minyakita secara nasional berkisar Rp 17.000/liter. Padahal harga eceran tertinggi (HET) Oilita adalah Rp 15.700/liter.

Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024 tentang Pengumpulan Minyak Goreng Sawit dan Pengelolaan Minyak Goreng Rakyat.

Sebelumnya, Direktur Bahan Baku dan Produk Khusus Kementerian Perdagangan Bambang Wisnubroto angkat bicara soal itu kan. Diakuinya, ada tanda-tanda kegiatan penipuan. Mereka menyatakan akan menyelidiki lebih lanjut tuduhan tersebut.

Dalam pertemuan itu, dia berkata: “Ada tanda-tandanya. Tapi kalau iya, ada landasan hukumnya ya. Akan ada lapangan kerja. Tidak terjadi apa-apa.” di Kantor Bapanas, Jakarta, Kamis (5/12/2024).

Ditegaskannya, penyebab rendahnya harga Minyakita karena panjangnya rantai distribusi. Selain itu, terjadi negosiasi antar penjual sehingga menaikkan harga di konsumen.

Sekadar informasi, alasan Minyakita disinyalir mahal karena banyak dijual sebagai minyak bekas, seperti yang dijelaskan Wakil Presiden III Bidang Perdagangan, Edy Priyono.

โ€œMinyak tumpah itu terjadi minyak berlebih, kita cari sumber informasinya. Tahun 2023, KPPU menemukan ada kejadian Minyakita kantongnya dibuka dan dijual minyak berlebih, karena harga minyak tinggi, keadaannya apa paketnya (Minyakita) dijual karena harga minyak sedang tinggi, kata Edy pada rapat kerja Batin YouTube, Rabu, Kamis (3/12/2024).

(setiap)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *