Jakarta –

Read More : Huawei Mate 70 Series Debut di China, Siap Bikin iPhone 16 Ketar-ketir

Anggota PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Holding Ultra Mikro PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus berupaya meningkatkan daya saing UMKM. Hal ini sesuai arahan Menteri BUMN Eric Thohir.

Pertama, pada akhir November 2024 lalu, Eric Thohir mengungkapkan telah sepakat dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menambah jumlah produk UMKM yang memenuhi standar BPOM. Tujuan yang lebih besar ini bergantung pada strategi kami, yaitu melengkapi Ekosistem Pasar Digital (PaDi) UMKM, memanfaatkan database program PNM Mekaar dan digitalisasi kemitraan untuk berbagi informasi.

“Program pertama, mungkin dalam beberapa bulan ke depan, kita akan selesaikan bagaimana kita bisa menjamin semua orang. Kemudian, di proyek berikutnya, seperti yang diumumkan sebelumnya, kita bisa memilih program PNM Mekaar untuk ibu-ibu di desa dengan meminjam Rp 1 -5 juta total 21,2 juta,” jelas Eric Thohir dalam surat yang ditulis, Rabu (12/11/2024).

Sementara itu, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan, program sertifikasi BPOM sejalan dengan upaya BRI dalam mendukung pelaku UMKM Indonesia, salah satu kunci berkembangnya peningkatan keterampilan dan kemampuan, mengingat UMKM berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. . .

“Strategi promosi kami sangat efisien dan terukur serta terlacak dengan baik,” kata Supari.

Pada tahap ini BRI melaksanakan program promosi UMKM melalui tiga tahap yaitu Inti, Kemitraan, dan Kemitraan. Pada tahap awal, BRI menyiapkan UMKM dengan self-assessment untuk perbaikannya menggunakan indikator-indikator yang telah dipermudah oleh BRI.

Selanjutnya pada tahap integrasi, BRI mengintegrasikan sistem dan data dengan fungsi/organisasi utama untuk menjadi data hub UMKM. Terakhir, BRI mengintegrasikan proses dan informasi perusahaan, fungsi/organisasi utama termasuk Perizinan, sertifikasi Halal, koneksi dengan organisasi eksternal yang menangani ekspor UMKM.

Sementara itu, Direktur Eksekutif PNM Arief Mulyadi mengatakan kemitraan dengan BPOM merupakan langkah penting untuk membantu UMKM mengakses pasar lokal dan internasional. Ia senang inisiatif Kementerian BUMN bersama BPOM ini akan memajukan usaha penerima manfaat dan membawa mereka keluar dari kawasan perumahan.

Hal ini sejalan dengan misi PNM untuk memberikan keahlian dan keterampilan sosial serta sumber daya keuangan untuk tumbuh menjadi masyarakat sipil. Dengan akses pembiayaan dan dukungan, UMKM akan lebih kompetitif dan dipercaya oleh pembeli.

“Sebagai bentuk dukungan, langkah awal yang dilakukan PNM adalah memberikan edukasi kepada dunia usaha mengenai pentingnya pendistribusian izin BPOM kepada para pelaku usaha, khususnya pada produk makanan, minuman, dan jamu. Melalui pemahaman dan edukasi, PNM berharap dapat terus melanjutkan pertumbuhan ekonomi rata-rata usaha kecil,” tutupnya.

Berdasarkan informasi tambahan, setelah 3 tahun dibangun pada tahun 2021, Holding Ultra Mikro termasuk BRI, PNM dan Pegadaian berhasil membantu 36,1 juta peminjam ultra mikro dengan total jumlah pinjaman lebih dari Rp 627,6 triliun pada akhir September 2024. UMi Holding memperluas layanan melalui 1.025 unit SMILE di seluruh Indonesia, memberikan lebih dari 180 juta orang akses terhadap tabungan mikro.

Tonton juga video: Detikcom Award 2023: BRI raih berbagai penghargaan atas kinerja terbaik untuk Indonesia

(akd/ua)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *