Jakarta –
Read More : Jumlah Lowongan Kerja di Inggris Menyusut 29 Kuartal Berturut-turut
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana buka suara menyikapi kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) hingga 12%. Menurutnya, kebijakan tersebut pasti akan berdampak pada sektor pariwisata.
Namun menurutnya, belum ada informasi adanya keluhan dari pelaku usaha di sektor pariwisata terkait kebijakan tersebut. Sayangnya, dia belum bisa memprediksi dampak PPN 12% terhadap sektor pariwisata.
“Belum ada (keluhan), karena belum dimulai. Tapi nanti ada dampaknya. Kita lihat saja nanti,” kata Widiyanto saat ditemui usai pertemuan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Kamis (19). /12/2024).
Widiyanti, jika akhirnya ada perbaikan setelah kebijakan tersebut diterapkan, ia yakin pemerintah akan kembali melakukan intervensi.
“Iya kita lihat dulu, itu kebijakan pemerintah. Tapi nanti kalau ada yang perlu diperbaiki pasti dilakukan,” ujarnya.
Di berbagai daerah, para pengusaha hotel dan restoran menyatakan kebijakan PPN 12% akan terus berdampak pada pelaku usaha di sektor pariwisata. Bagi pelaku bisnis perhotelan, kenaikan harga per malam tidak bisa dihindari.
Selain itu, menurut Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pekerja Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono, kenaikan harga hotel akan berdampak pada penurunan jumlah pengunjung hotel, khususnya hotel budget kelas menengah.
“Kalau sekarang PPN naik pasti dibebankan ke harga. Kalau harga naik maka permintaan turun. Sementara dari sisi permintaan sekarang larangan perjalanan dinas 50% sudah dihapus, sehingga saja nanti dendanya besar, selain itu harga akan naik,” ujarnya. Sutrisno yang juga Ketua Pengurus Daerah PHRI DKI Jakarta ditemui di kantor Apindo di Jakarta, Kamis (19/12). (hanya jam)