Jakarta –

Read More : Wanti-wanti BMKG di Tengah Suhu ‘Menggigil’ saat Musim Kemarau

Kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap beberapa dugaan janggal terkait besarnya biaya pendukung Skema Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang berbeda-beda dalam kurikulum perguruan tinggi kedokteran di seluruh dunia (FK) saat wawancara seleksi dokter spesialis Sekitar 80 dari 1.400 responden survei mengalami masalah yang tidak biasa. Masing-masing ditanya tentang isi saldo rekeningnya.

Azhar Jaya, Direktur Jenderal Departemen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia kata proses pendidikan Terutama di bidang medis Dibutuhkan lebih banyak waktu dan uang, namun wawancara seleksi tidak boleh melibatkan pertanyaan seperti itu.

“Kalau saya pertimbangkan soal saldo rekening, itu tidak perlu,” kata Azhar saat dihubungi detikcom pada Senin, 12/12/2024.

Sementara itu Sedangkan untuk biaya penunjang PPDS seperti uang tunai berbasis kelas, menurut Azhar, juga bisa diperhatikan dengan beberapa catatan.

“Kalau terkait langsung dengan pendidikan dan jumlah uangnya, saya yakin tidak ada beban, tapi kalau uang kelas ini digunakan untuk biaya penunjang lain seperti guru, lansia, ekstrakurikuler,” besarannya bisa. berada di angka jutaan. Dan beban ini tidak diperbolehkan.”

Riset KPK menunjukkan 26,05 persen responden survei mengeluarkan dana Rp 1 hingga 5 juta setiap semester. Sedangkan kebutuhan penunjang PPDS, listrik, Wi-Fi, kebersihan ruangan dan penjagaan atau berkumpulnya warga Sedangkan 5,42 persen lainnya mengaku belanja lebih banyak. Bahkan, antara Rp5 hingga Rp25 juta per semester untuk kebutuhan yang sama.

“Dalam wawancara mendalam ditemukan beberapa kursus yang justru membantu aktivitas warga desa, seperti pembedahan dan anestesi yang memerlukan bantuan lain, tidak semuanya menyediakan kursus/perguruan tinggi atau rumah sakit pendidikan,” lapor kajian KPK, Minggu (11/1). 22/12/2024)

Jumlah tersebut diklaim juga berkaitan dengan pendidikan. Karena biaya kuliah di universitas selama satu semester saja tidak cukup. Lebih-lebih lagi, Tidak semua komponen dapat dihitung seperti pada program sarjana perguruan tinggi negeri dengan biaya pendidikan tunggal.

“Seharusnya tidak ada biaya tambahan yang terkait dengan pendidikan.”

“Biaya peserta PPDS adalah 200 juta dolar lagi untuk biaya pendidikan. Wawancara mendalam dengan responden mengatakan mereka harus membayar kedua biaya tersebut. Ini untuk kegiatan seperti workshop. konferensi ilmiah Membeli peralatan medis dan produk medis “Barang-barang pribadi dan barang-barang pribadi dan hal lainnya untuk mendukung kegiatan pendidikan PPDS,” lapor Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lihat juga: Warung makan gratis Mira Foods

Simak video “Video: Mendikbud Wajibkan Siswa Latihan Sebelum Masuk Sekolah Sebagai Gerakan” (naf/kna)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *