Magellan –
Read More : Flash Sale KAI 18 Maret: Harga Tiket Kereta Mulai Rp 100 Ribu, Cuma Sejam!
Viral di media sosial, alunan Selawat Badr dan Ganding Kebo Giro bergema indah di halaman Basilika Santo Petrus dan menjadi kesaksian Paus Fransiskus.
Selawat dibawakan oleh band asal Yogyakarta Ki Ageng Ganjur di Vatikan, diiringi gamel alunan Nabi, dan disaksikan langsung oleh Paus Fransiskus pada Rabu (4/12).
Grup musik Ki Ageng Ganjur (KAG) dipimpin oleh Ngatawi Al Zastro. Pemainnya sebagian besar merupakan alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta atau sekarang UIN Sunan Kalijaga.
Grup musik Ki Ageng Ganjur beranggotakan sekitar 13 orang. Salah satu dari 13 karyawan tersebut adalah Abate Nugroho.
Abbate juga berbicara tentang kunjungannya ke Vatikan, yang merupakan bagian dari tur luar negeri tahunan KAG.
“Beberapa tahun lalu kita banyak jalan-jalan ke berbagai belahan dunia, mulai dari Timur Tengah, Eropa, Afrika, Hongkong, China, banyak negara yang kita jelajahi. Kemarin (tahun lalu) juga di Turki, lalu Saudi Juga di , tahun ini “sebenarnya, di Tahta Suci, kami punya saham di Vatikan dan di Roma, Italia,” kata Abbott saat dihubungi Sabtu (7/12/2024).
Abate masih di Vatikan. Ia mengatakan, dirinya sudah berada di Vatikan sejak Senin (2/12) bersama 18 perwakilan Indonesia lainnya.
Mereka juga mengadakan dialog antaragama di Castor dan keesokan harinya mereka mengunjungi Museum Vatikan.
“Misi kami yang satu tentu saja menyebarkan pesan perdamaian dari Indonesia, mengkomunikasikan perdamaian dari Indonesia melalui musik. Yang kedua adalah komunikasi antar agama, apalagi Tahta Suci adalah pusatnya agama Katolik. Yang ketiga tentu saja, Seni dan budaya Indonesia harus didorong, terutama “memuat yang kita punya adalah gamelan,” kata Abbett yang juga pengelola Borobudur Nusantara di Kampong Dolan. adalah
“Pada Rabu malam (Selasa malam), kami baru mendapat kabar bahwa beliau menerima audiensi pada hari Rabu. Di Vatikan, setiap hari Rabu, Paus Fransiskus dikabarkan melakukan audiensi,” ujarnya.
Sidang tersebut, kata dia, merupakan momen yang sangat spesial bagi CAG. Saat itu, masih dini hari rombongan berkesempatan menampilkan antara lain Kebo Giro, Heal the World, Selawat Badr.
“Kebo Giro itu untuk peresmian. Itu simbol karena kita di Indonesia, orang Jawa. Kebo Giro itu alat musik Jawa yang sangat populer dan dipakai untuk acara-acara penting, untuk rapat, bukan sekedar untuk menyelenggarakannya,” ucapnya Sependapat dengan KAG sejak tahun 2000
“Saat Bapa Suci naik mimbar, kami menyanyikan bersamanya lagu Michael Jackson tentang pesan perdamaian Heal the World. Itu lagu yang sangat populer dan saya yakin semua orang bisa melakukannya. Tentang lagu healing Apa yang menarik? Dunia itu yang kita aransemen dengan alat musik, “selaras, nada diatonis, tapi kita buat format dengan gamelan,” ujarnya.
Ia kemudian mengizinkan pihaknya membawakan lagu Selawat Badar. Sambutan Badr akhirnya bergema di Vatikan dan disaksikan langsung oleh Paus Fransiskus, pemimpin gereja Katolik sedunia dan kepala negara Vatikan.
“Kami diperbolehkan menyanyikan lagu Selawat Badr dan tentunya sudah tahu akibatnya, akan ramai di Indonesia. Selawat Badr ada di depan gereja. Jadi tidak ada masalah dan tidak dalam keadaan syariah, katanya.
Sementara itu, demonstrasi terus berlanjut di KBRI Tahta Suci. Sementara itu, di KBRI, Kamis (5/12), ada tiga lagu yang dibawakan dengan iringan musik gamelan.
——
Artikel ini muncul di detikJateng.
Saksikan “Video: Sholat Badr dikumandangkan di Vatikan” (wsw/wsw)