Jakarta –
Read More : Rayakan HUT Ke-40, RS Abdi Waluyo Berdedikasi Tingkatkan Pelayanan Pasien
Garam merupakan salah satu bumbu masakan yang digunakan masyarakat Indonesia untuk menambah cita rasa pada berbagai masakan. Namun Kementerian Kesehatan RI menyarankan untuk membatasi asupan garam tidak lebih dari 2.000 miligram natrium atau 1 sendok teh per orang per hari.
Jika seseorang mengonsumsi garam lebih dari batas aman, maka dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Jadi penting untuk mengurangi asupan garam dan memahami bahwa tubuh mengonsumsi terlalu banyak garam.
Lalu apa saja gejala yang bisa terjadi jika tubuh terlalu banyak mengonsumsi garam? Dikutip dari Eating Well, berikut informasi lengkapnya: 1. Peradangan pada tubuh
Kelebihan garam menyebabkan retensi air dalam tubuh. Akibatnya, kelebihan cairan menumpuk di jaringan tubuh, sehingga bisa menyebabkan pembengkakan, edema, dan pembengkakan.
Hal ini dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan pakaiannya.
“Meskipun kelebihan garam mungkin tidak secara langsung memengaruhi performa Anda, beberapa atlet melaporkan bahwa penambahan berat badan yang mereka alami setelah mengonsumsi terlalu banyak garam menghambat performa mereka,” tambah Michalczyk.2. sakit kepala
Kelebihan natrium dalam tubuh dapat mengganggu rasio dalam tubuh sehingga menyebabkan natrium terbuang dari persediaan air tubuh. Menurut Michalczyk, hal ini bisa memicu sakit kepala akibat dehidrasi. Ketika tubuh kehilangan terlalu banyak air, organ otak menyusut akibat kehilangan cairan.
Jika seseorang menderita sakit kepala, dianjurkan untuk minum banyak air untuk mengeluarkan natrium dari tubuh, yang membantu mengurangi sakit kepala.3. Sering haus
Apakah Anda sering mengalami mulut kering dan ingin minum sesuatu untuk meredakannya? Hal ini mungkin disebabkan oleh tingginya kandungan natrium dalam tubuh.
Karena garam menyebabkan tubuh menahan air dan membuang cairan yang tersimpan, kelebihan garam dalam tubuh menyebabkan dehidrasi, yang menyebabkan rasa haus karena tubuh memberi sinyal bahwa keseimbangan cairannya rusak dan memerlukan bantuan untuk kembali ke jalur semula. Menyeimbangkan,” kata Mikhalchik. 4. Sering buang air kecil
Garam dapat mempengaruhi kadar cairan dalam tubuh sehingga menyebabkan peningkatan rasa haus. Saat haus, tubuh akan meresponsnya dengan sering buang air kecil di kamar mandi untuk membantu menyaring kelebihan garam penyebab rasa haus. Tonton video “Pelajari Beberapa Faktor Migrain” (suc/suc)