Jakarta –
Read More : Tersisa Pemain Inti, Lalu Lintas di Bundaran HI Saat Malam Takbiran Lancar
Perusahaan listrik Tesla diperkirakan mengeluarkan lebih dari 350 juta USD atau Rp. Informasi tersebut diumumkan Tesla pada Rabu (24/4) terkait rencana perusahaan memproduksi mobil dengan harga wajar.
Menurut laporan yang dimuat Reuters, Kamis (25/4/2024), Tesla akan memberhentikan 10% tenaga kerja globalnya untuk “mengembangkan perusahaan” dengan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas.
Pada Selasa (23/4), Tesla juga menyatakan sedang merencanakan mobil baru yang diharapkan dapat mengendalikan pengeluaran.
Analis di Wall Street memperkirakan Tesla akan meraup keuntungan sebesar 2,24 miliar dolar AS atau 36,3 juta franc Rwanda pada kuartal kedua tahun 2024. Menurut angka London Stock Exchange Group (LSEG), angka tersebut lebih kecil dibandingkan kuartal yang sama di tahun 2024. 2023. , namun lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun 2024 yang setara US$ 1,59 miliar atau Rp. Laba pada kuartal I 2024 merupakan yang terendah dalam tiga tahun terakhir.
Namun, saham perusahaan tersebut naik 12% pada perdagangan pra-pasar. Hal ini disebabkan oleh perkiraan peningkatan penjualan Tesla pada tahun 2024, serta janji perusahaan untuk memproduksi mobil yang lebih murah untuk meredakan kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Dalam pemberitaan, permintaan kendaraan listrik telah menurun pada tahun lalu karena tingginya biaya pinjaman, mendorong konsumen untuk mempertimbangkan kembali pembelian dalam jumlah besar. Hal ini menyebabkan perusahaan seperti Tesla, Ford dan General Motors mempertimbangkan kembali rencana ekspansi mereka. (kil/kil)