Jakarta-
Read More : Cara Lapor SPT Tahunan 2024 Tanpa ke Kantor Pajak, Telat Dendanya Lumayan
Sepatu Bata cukup terkenal di Indonesia, bahkan berhasil merajai pasar alas kaki di Indonesia. Namun kilap sepatu Bata kini sudah memudar.
Perusahaan mengalami kerugian besar dan ditutup serta diberhentikan berkali-kali. Bata akhirnya menjadi pusat perhatian setelah menutup pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat.
Bata sendiri sebenarnya merupakan perusahaan asing asal Republik Ceko. Bagaimana perkembangannya di Indonesia?
Berdasarkan catatan detikcom, nama lengkap perusahaan alas kaki ini adalah T&A Bata Shoe Company dan terdaftar di Zlin, Republik Ceko. Pendirinya juga warga negara Ceko, Tomáš Bata dan beberapa saudaranya.
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1894. Kesuksesan besar pertama Bata adalah ketika ia menerima pesanan sepatu bot dari tentara Austria-Hongaria. Sebanyak 50.000 sepatu diproduksi selama perang.
Hingga saat ini, produk perusahaan alas kaki Bata telah dijual di lebih dari 70 negara, dan terdapat pabrik di 21 negara, termasuk Indonesia.
Menurut situs resmi perusahaan, operasional penjualan sepatu di Indonesia sendiri dikelola oleh PT Shoes Bata Tbk. Pabrik perusahaan ini didirikan pada tahun 1939. Saat itu Bata bekerjasama dengan NV, Dutchch-Indisch sebagai importir sepatu yang beroperasi di Tanjung Priok.
Sampai tahun 1978 Bata berstatus sebagai perusahaan asing di Indonesia sehingga tidak dapat berdagang langsung di pasar. Saat itu Bata dijual hanya melalui agen khusus (depo) dengan sistem pengiriman.
Bata semakin serius menjalankan bisnisnya di Indonesia. Bahkan, perusahaan PT Sepatu Bata memilih mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta. Sejak tahun 1982 perusahaan tersebut terdaftar sebagai emiten dengan kode saham BATA.
Dengan sejarah lebih dari 125 tahun di industri sepatu, Bata kini menawarkan beragam koleksi sepatu yang sesuai untuk semua tingkatan dan usia; dari bayi baru lahir hingga anak-anak, wanita dan pria. (siapa/itu)