Jakarta –

Read More : Desain Kece, Spek Ngeri! Vivo S30 Pro Mini Siap Bikin Kepincut

Pada kuartal pertama tahun 2024, transaksi perjudian online di Indonesia akan mencapai $600 triliun. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Ari Setiadi, jumlah pelaku perjudian online mencapai 4 juta orang.

Rata-rata usia penjudi online biasanya antara 30-50 tahun. Namun, ada juga kategori anak usia 11-19 tahun yang berhasil mengumpulkan hingga 293 miliar birr.

Menurut data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK, transaksi perjudian online bisa mencapai $600 triliun pada kuartal pertama tahun 2024. Jumlah orang yang terlibat dalam perjudian online hingga saat ini mencapai 4 juta orang, katanya (3 /10/2024).

Budi Arie mencatat, perjudian online dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, seperti perceraian dan hilangnya potensi ekonomi secara umum. Ia menegaskan, perjudian online tidak memiliki kemampuan untuk menang.

Hal ini dikarenakan perjudian online dikendalikan oleh algoritma tertentu sehingga pemainnya bisa menang. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk menghilangkan perjudian online, salah satunya dengan bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech).

โ€œTapi menurut saya betul, kalau offline, dengan tangan, pengocokan kartunya acak-acakan, tidak mungkin bisa dikontrol. Tapi kalau pakai mesin, algoritmanya pasti dikontrol. Tapi saya bukan pendukung judi offline, ” dia menekankan.

Saat itu, Buddy Erie menyebut perjudian online menjadi perhatian Presiden terpilih Prabowo Subiantom. Empat hal yang disoroti Prabowo adalah perjudian online, narkoba, penambangan ilegal, dan iCore.

Pak Prabowo menyampaikan pada rapat Kabinet Paripura IKN yang lalu, ada 4 tantangan bagi Indonesia, satu adalah obat-obatan, dua adalah perjudian online, yang ketiga adalah penambangan ilegal, dan yang keempat adalah ICOR, โ€ujarnya. (ily/rd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *