Jakarta –

Read More : Segini Nilai Proyek Mangkrak Warisan Era Jokowi

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tengah menciptakan berbagai insentif untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah. Hal ini merespons penurunan jumlah kelas menengah sebanyak 9,48 juta jiwa pada periode 2019-2024.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko), Suciwijono Moegierso, kepada wartawan di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/10/2024).

“Sejumlah kemajuan kebijakan telah kita persiapkan, termasuk berbagai insentif yang akan diberikan dan rencana kebijakan ke depan yang tidak hanya mencegah keruntuhan kelas menengah kita, tetapi juga mendorong kebangkitan kelas menengah,” kata dia. . Susie.

Susi mengatakan, kelas menengah mencapai 66,35% dari total penduduk dan total pengeluaran konsumsi mencapai 81-83% dari total konsumsi masyarakat. Oleh karena itu keberadaannya sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi.

Insentif tersebut diwujudkan melalui kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 100% ditanggung pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah hingga Rp 5 miliar. Kebijakan tersebut semula hanya berlaku pada November 2023 hingga Juni 2024, namun kini diperpanjang hingga Desember 2024.

Insentif lain yang sedang disiapkan adalah penambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 200.000 unit pada tahun 2024 dari sebelumnya 166.000 unit.

“Kami masih berusaha menyelesaikan FLPP. REI (Real Estate Indonesia) meminta kami segera melakukannya, tapi sepertinya perlu KMK (Keputusan Menteri Keuangan) baru untuk pengalokasian anggarannya, mudah-mudahan bisa. Selesai besok ini FLPP Real “Bagus sekali untuk mendorong fasilitas pembiayaan perumahan bagi sektor perkebunan,” kata Susi.

Selain itu, pemerintah juga akan mengkaji ulang program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang dinilai kurang dimanfaatkan secara optimal. Sayangnya, belum diketahui perubahan apa saja yang dilakukan.

“Nanti JKP memerlukan perubahan PP 37, sedang kita persiapkan, sudah kita cantumkan isinya. JKP kita desain utamanya untuk mengurangi PHK,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Shri Mulani Indrawati menilai peran dan potensi kelas menengah sangat besar dalam memajukan visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu diperlukan perhatian khusus untuk memperkaya kelas menengah.

“Kelas menengah mempunyai peran yang strategis dalam menggerakkan perekonomian, sehingga pemerintah memberikan berbagai program untuk mensejahterakan kelompok menengah,” ujarnya dalam keterangannya di Instagram @smindrawati pada Jumat (30/8).

Menurut Pak Muliani, pemerintah memiliki berbagai program untuk mensejahterakan masyarakat kelas menengah. Hal ini mencakup program jaminan sosial, pemberian subsidi dan kompensasi, serta insentif perpajakan.

“(Dan) memberikan dukungan untuk memberikan jaring pengaman seperti biaya kesehatan, Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), bahkan Kartu Prakerja sebagai jaminan kehilangan pekerjaan. Ini tidak hanya meningkatkan kelas, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan. masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya. (Bantuan/HNS)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *