Jakarta –

Read More : Review Infinix Note 40 Pro 5G: Performa Lebih Ngebut dan Dapat Powerbank

Biomassa merupakan salah satu sumber utama pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah Gorontalo. Selain itu, PDB provinsi ini masih tergolong kecil, hanya mencapai 500-700 miliar rupiah per tahun.

Salah satu investor yang berinvestasi di bidang biomassa adalah PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) yang telah menanamkan investasi sebesar Rp 1,4 triliun sejak didirikan pada tahun 2019 hingga Juni 2024.

Investasi BJA ditujukan untuk membangun dan mengoperasikan pabrik pengolahan wood pellet. BJA saat ini mempunyai izin untuk memproduksi palet kayu dengan kapasitas 900.000 ton per tahun.

Atas investasi tersebut, pada bulan Februari 2023, Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato memberikan penghargaan kepada BJA atas prestasinya sebagai perusahaan yang memberikan kontribusi investasi pertama di Kabupaten Pohuwato pada tahun 2022.

Pembayaran investasi yang dilakukan BJA bersama IGL dan BTL berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 1.064 orang. Jumlah ini setara dengan 28 persen tenaga kerja di perusahaan besar Pohuwato. Dari jumlah tersebut, jumlah pegawai lokal di BJA bersama BTL dan IGL mencapai 80% atau 803 orang. Dengan jumlah karyawan lokal tersebut, BJA bersama IGL dan BTL termasuk perusahaan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja lokal tertinggi di wilayah Pohuwato.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Energi Biomassa Indonesia (APREBI) Dickey Ahmar mengatakan, selain lapangan kerja, kegiatan usaha BJA bersama kedua mitranya juga mendatangkan pendapatan bagi pemerintah. BTL telah membayarkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lebih dari Rp 40 miliar sejak didirikan pada tahun 2024.

“Dari jumlah tersebut, 60% akan disalurkan ke pemerintah daerah, kemudian 30% akan disalurkan oleh pemerintah daerah dan sisanya oleh pemerintah kabupaten tempat beroperasinya. Perusahaan juga menyebarkan CSR,” kata Dickey di Jakarta, Jumat (4/10/2024).

Sebelumnya, Otoritas Bea dan Cukai Daerah Sulut (Canville) memberikan penghargaan kepada BJA sebagai eksportir mata uang terbesar di Gorontalo. Kontribusi BJA mencapai lebih dari 55% terhadap total ekspor devisa Provinsi Gorontalo.

Kepala Bea dan Cukai Gorontalo Ade Zirwan mengatakan, penghargaan diberikan kepada PT Biomasa Jaya Abadi karena perusahaan tersebut tercatat sebagai penyuplai devisa terbesar dalam ekspor ke Gorontalo.

“Terjadi peningkatan nilai dan kuantitas ekspor PT BJA. Sumbangan devisa ekspor PT BJA mencapai Rp200 miliar untuk 10 kali ekspor sejak awal tahun 2024 hingga pertengahan Agustus 2024,” kata Ade.

Sementara itu, Kapolda Gorontalo Irjen Paul Puji Prasetianto Hadi menegaskan komitmennya untuk mendukung dan mengawal pembangunan Provinsi Gorontalo agar mampu bersaing dengan provinsi lain. Oleh karena itu, kepolisian menjaga iklim investasi di Gorontalo agar investor merasa nyaman dan aman.

“Sebagai aparat penegak hukum, polisi mempunyai tugas utama (keamanan dan ketertiban masyarakat). Saya ingin menjaga transparansi Gorontalo agar investor yang ingin masuk merasa aman dan nyaman serta tidak diganggu pihak lain. Tugas kita melindungi dan melindungi investor dari Polri,” kata Kapolri Puji.

Kapolda Puji melanjutkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Gorontalo sangat kecil, hanya sekitar Rp500-700 miliar, sedangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Gorontalo sekitar Rp1,5 triliun. Provinsi Gorontalo tidak bisa hanya mengandalkan pembayaran anggaran dari pemerintah pusat untuk bersaing dengan provinsi lain.

“PAD hanya 500 miliar rupiah, tidak ada gunanya. Makanya saya mendukung Pemda Gorontalo yang ingin menarik investor ke Gorontalo untuk mewujudkan pembangunan daerah bersama di Gorontalo,” kata Kapolda Puji (jjj/jj).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *