Jakarta –

Read More : Ada Temuan Beras Impor Kutu, Bapanas Minta Cek Semua Gudang Bulog

Presiden Prabowo Subianto diperkirakan mengalami defisit anggaran lebih dari Rp 616 triliun pada tahun 2025. Ini merupakan tahun pertama Prabowo menguasai seluruh anggaran.

Hal ini tertuang dalam UU 62 Tahun 2024 hingga APBN 2025. Undang-undang ini ditetapkan pada masa jabatan terakhir Presiden Joko Widodo (Jokowi). Undang-undang tersebut juga diteken Jokowi pada 17 Oktober 2024, 3 hari sebelum pergantian pemerintahan.

Rinciannya, defisit pada tahun 2025 mencapai Rp616.186.060.243.000. Defisit ini akan ditutupi anggaran dari APBN.

“Total penerimaan pemerintah pada APBN tahun 2025 sebagaimana tercantum pada pasal 3 lebih kecil dibandingkan dengan total belanja negara sebagaimana tercantum pada pasal 7, sehingga pembiayaan APBN tahun 2025 mengalami defisit sebesar Rp616.186.060.243.000,-. Dibiayai oleh Kementerian Keuangan,” baca bagian 23 UU 62 Tahun 2024, Kamis (24/10/2024).

Anggaran terbesarnya sendiri adalah debt recovery dengan perkiraan Rp775.867.469.094.000. Setelah itu ada modal negatif sebesar Rp 154.501.300.000.000,00

Selanjutnya kredit macet diberikan sebesar Rp5.442.108.851.000 dan pembiayaan lainnya sebesar Rp262.000.000.000.

Pasal 24 menjelaskan, apabila defisit anggaran diperkirakan lebih besar dari target yang ditetapkan dalam APBN, negara dapat menggunakan dana SAL, melakukan pinjaman, membuat SBN, dan/atau menggunakan uang tunai di Pusat Pelayanan Publik sebagai bonus.

โ€œKetentuan lebih lanjut mengenai perkiraan kelebihan penggunaan dana SAL, pembatalan pinjaman, SBN, dan/atau layanan publik berdasarkan perkiraan kelebihan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur oleh Direktur Keuangan,โ€ baca pasal 24 pasal 4.

Simak Videonya: DPR Setujui APBN Prabowo-Gibran, APBN Rp 3621 T

(stok/kilo)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *