Jakarta –

Read More : Cara Inara Rusli Jawab Tuduhan Lakukan Suntik Putih

Indonesia juga menjadi tuan rumah ajang Motorcycling Grand Prix (MotoGP) yang digelar di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebagai fasilitator perdagangan, Bea Cukai juga mendukung acara tersebut melalui berbagai layanan dan kepabeanan.

Kasubdit Humas dan Penyuluhan Kepabeanan Budi Prasetiyo mengungkapkan, lomba sepeda motor tersebut digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Kawasan ini merupakan sumber adat yang dikelola oleh Vama Mataram.

Bea Cukai menyediakan pelayanan impor MotoGP dengan sistem Admission Temporaire/Temporary Admission Carnet (ATA Carnet). Selain itu, Bea dan Cukai juga menerbitkan Pemberitahuan Pabean Kawasan Ekonomi Khusus (PPKEK).

“Dengan skema ini, produk Moto GP tahun 2024 diberikan tempat tidak dikenakan bea masuk dan bea masuk, serta bebas pemeriksaan fisik,” kata Budi dalam keterangan tertulis yang dikutip, Rabu (2). /10/2024).

Budi juga mengungkapkan, sekitar 500 ton material telah diimpor untuk ajang MotoGP 2024.

Begitu produk sampai, petugas Bea dan Cukai Mataram langsung memeriksa dan memeriksanya. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari proses implementasi.

Kemudian, Bea Cukai Mataram juga memeriksa barang-barang MotoGP usai balapan terakhir. Pemeriksaan ini meliputi 293 dokumen ATA Carnet yang akan segera dikirim (dikirim ulang) ke negara tempat diadakannya kompetisi selanjutnya yaitu Jepang.

Waktu tur disesuaikan untuk melengkapi jadwal lari di masing-masing kelas yang akan berlangsung pada 29-30 September 2024.

“Setelah selesai pemeriksaan (dokumenter dan fisik), petugas Bea dan Cukai Mataram juga akan mengawasi pergerakan barang melalui area kargo di Bandara Internasional Lombok (Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid). Kecepatan dan ketepatan pemeriksaan dan pengawasan kargo MotoGP diawasi secara ketat sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Budi.

Budi mengatakan, kesuksesan seluruh seri MotoGP tahun ini tidak lepas dari dukungan seluruh tim yang terlibat. Sektor yang terlibat antara lain internal Bea dan Cukai, seperti Bea Cukai Mataram dan Bea Cukai Soekarno Hatta. Selain itu, dari pihak penyelenggara terdapat Administrator KEK dan Perusahaan Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC).

Lalu ada vendor luar negeri seperti Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Juga Pengusaha Jasa Pengurusan Kepabeanan (PPJK) yaitu Injourney Aviation Service (IAS).

“Sebagai pemimpin pemasaran, kami berkomitmen untuk menyediakan produk yang sederhana dan praktis dari sudut pandang bea cukai dan pajak. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan organisasi yang telah bekerja sama menyukseskan ajang MotoGP Mandalika 2024. Kami yakin kehadiran MotoGP Mandalika 2024 di kawasan Mandalika tidak menjadi wahana transportasi wisatawan dan olah raga,” pungkas Budi, “Bea Cukai Batam ada dua penumpang yang membawa sabu seberat 685 gram” (ega/ega)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *