Jakarta –
Read More : Cuma Hari Ini, Beli Tiket Pesawat Lewat BookCabin Diskon 17%!
Badan Warisan Indonesia (IHA) menerima penghargaan pada kategori Pemberdayaan dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dipersembahkan oleh detikcom.
IHA berhasil memperoleh Penghargaan Penggiat Museum dan Warisan Budaya pada ajang detikcom Awards yang digelar di Hotel Westin, Jakarta. Kepala Badan Peninggalan Indonesia Ahmad Mahendra menyampaikan upaya pihaknya mengubah pola pikir masyarakat terhadap museum dan cagar budaya.
Lanjutnya, museum bukan hanya sekedar sarana pendidikan. Namun dapat dinikmati masyarakat sebagai sarana hiburan sekaligus ruang generasi muda.
“Perubahan mentalitas dan pelayanan yang baik bagi museum kita agar benar-benar bisa dinikmati tidak hanya sebagai tempat edukasi, tapi juga sebagai tempat yang nyaman, menyenangkan, bahkan sebagai hiburan dan (tempat) nongkrong anak muda,” ujarnya (17 /10 /2024)
Ahmad mengatakan, perolehan penghargaan ini menjadi pemicu pihaknya untuk terus bertransformasi dan mengembangkan museum di Indonesia.
Sebagai informasi, Museum Indonesia yang merupakan salah satu museum dibawah naungan IHA baru saja dibuka kembali pada bulan ini. Ia melihat masyarakat sangat antusias mengunjungi Museum Indonesia.
Namun hal tersebut tidak membuat pihaknya senang, Ahmad mengatakan masih banyak tugas yang akan terus dilakukan pihaknya guna menciptakan pelayanan yang baik.
“Seperti Museum Nasional kita yang baru dibuka kemarin dan sekarang sudah banyak yang menikmati, banyak perubahan baru, tentu kita tetap bilang akan terus kita perkuat selama 3 tahun ya. Lalu masih ada 18 museum lainnya. aset Kemendikbud dan 34 situs cagar budaya,” ujarnya.
“Jadi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, maka langkah selanjutnya adalah memastikan Balai Warisan Indonesia semakin banyak melahirkan wajah-wajah baru di museum kita. Agar bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia,” lanjut Ahmad.
Agar selaras dengan transformasi yang terjadi, Ahmad terus berupaya menciptakan tata kelola yang baik.
“Seperti slogan kita, reimagining, selain memprogram ulang programnya, lalu narasinya, gaya pamerannya, aspek fisiknya juga kita desain ulang, yang juga mendesak. Lalu terakhir ada masalah tata kelola, masalah peningkatan pelayanan. Ini soal sumber daya manusia, soal tata kelola. “Tingkatkan kualitas pelayanan, ini yang terus kita tingkatkan sehingga tetap penting dalam kondisi saat ini dan masa depan,” kata Ahmad.
Segala perubahan yang dilakukan saat ini akan dilakukan kedepannya agar citra museum dapat menjadi sarana edukasi, inspirasi, dan juga dapat dinikmati sebagai sarana hiburan bagi masyarakat.
Saksikan video “Penghargaan Bagi Badan Peninggalan Indonesia sebagai Lembaga Pendorong Pengembangan Museum dan Cagar Budaya” (upd/wsw)