Jakarta –

Read More : AS Dihantui Wabah Flu, Jumlah Kasusnya Hampir Capai Angka Tertinggi dalam 15 Tahun

Program Pendidikan Profesi (PPDS) telah resmi diluncurkan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan penempatan dokter spesialis, khususnya di pedesaan.

Terkait hal tersebut, Dr Adib Kumaidi, Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mengatakan kerja sama antara sistem pendidikan profesi kedokteran terkait pendidikan rumah sakit dan universitas harus terus berjalan secara beriringan. Ia juga menyerukan lahirnya undang-undang yang menegaskan bahwa ke depan, pelatihan dokter spesialis akan tersedia di semua daerah, baik di rumah sakit maupun universitas.

“Jika kita ingin membuka lebih banyak rumah sakit sekarang untuk meningkatkan jumlah dokter spesialis, yang paling penting untuk didorong bukan hanya produksinya saja, tapi undang-undang mana yang menekankan bahwa produksi ini akan berakhir sehingga kita bisa menjangkau seluruh sektor di tanah air.” Indonesia, agar kita bisa menyikapi kesalahan.

Lebih lanjut, ia ingin kualitas dan kualifikasi dokter pada program kedokteran sama dengan lulusan PPDS yang belajar di perguruan tinggi.

“Kalau tujuannya penempatan dokter, tentu tidak lepas dari pekerjaan manajemen sekolah, dan tidak boleh ada perbedaan antara lulusan rumah sakit dan lulusan perguruan tinggi, karena keduanya mempunyai keahlian yang sama. “Karena kita bekerja bersama-sama,” jelasnya.

Seperti disebutkan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan program PPDS terkait rumah sakit. Kelompok peserta klinik PPDS pertama memperoleh suara sah sebanyak 38 orang.

Ada enam rumah sakit Kementerian Kesehatan yang dipilih untuk menjadi percontohan RSP-PU atau program pelatihan medis khusus: RS Kardiovaskular Harapan Utara (enam slot), RS Anak Harapan Utara, dan RS Mathers (enam slot). , RS Ortopedi Suharso (kapasitas: 10), RS Mata Sisendo (kapasitas: 5), RS Pusat Otak Nasional (kapasitas: 5), RS Kanker Dalmais (kapasitas: 6). Saksikan video “Strategi Kemenkes atasi kegawatdaruratan dokter di Indonesia” (sao/naf)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *