Jakarta –

Read More : Yassierli-Airlangga Merapat ke Istana, Bahas Nasib UMP 2025

Pengamat politik Ujang Komarudin dari Universitas Al Azhar menilai tekad Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Suleiman untuk memberantas korupsi cukup beralasan. Ujang menilai kelakuan calo atau calo yang berkeliaran di Kementerian Pertanian (Kementan) sangat meresahkan.

Oleh karena itu, Ujang menegaskan, upaya pemberantasan korupsi tidak boleh diganggu oleh hal lain seperti narasi atau motif politik yang tidak produktif, apalagi mengganggu ritme kerja saat ini. Bahkan, Ujjan mengatakan, lebih baik Menteri Pertanian Amran dibiarkan bekerja dan menyelesaikan program yang ada.

“Saya kira Pak Amran ingin mengembalikan nama baik Kementerian Pertanian yang sempat menarik perhatian publik beberapa waktu lalu. Jadi biarlah Mentan fokus menyelesaikan agenda strategisnya. Meski ada beberapa pihak yang meragukannya. Pertanian Amran mempunyai kepentingan tertentu. “Ini sangat salah,” katanya. Demikian keterangan tertulis, Jumat 13/09/2024.

Ujjan mengatakan, tekad Menteri Pertanian Amran untuk memberantas korupsi jangan disamakan dengan kepentingan tertentu yang justru bisa merusak semangat para pejabat Kementerian Pertanian dan petani dalam berproduksi.

“Jangan sampai ada pihak yang memutarbalikkan fakta dan membuat narasi seolah-olah ada sesuatu di balik pendirian tegas Pak Amran untuk menghapus dispensasi di Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Menurut Ujang, laporan yang dilayangkan pejabat Kementerian Pertanian terhadap terduga calo atau calo menjadi bukti bahwa aksi bersih-bersih di Kementerian Pertanian merupakan reaksi cepat setelah sempat disorot undang-undang beberapa waktu lalu.

“Jangan sampai para calo ini merugikan petani karena anggarannya digunakan untuk kepentingan pribadi. Saya kira ini tidak boleh, dan bagaimanapun kasus korupsi di Indonesia harus dihilangkan sama sekali,” ujarnya.

Ujang mengapresiasi, selama ini Amran diketahui memiliki tekad dan mampu menuntaskan permasalahan korupsi di Kementerian Pertanian. “Dulu ada yang diusir dan ada ratusan orang yang dipindahkan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Suleiman meminta aparat penegak hukum menangkap perantara dan jaringannya yang menghambat kerja sektor pertanian. Kami berharap tindakan cepat aparat penegak hukum dapat membantu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap Departemen Pertanian.

Mentan mengatakan selama ini calo dan praktik korupsi banyak merugikan petani. Broker dan jaringannya telah merusak sistem pengelolaan anggaran yang seharusnya dipertahankan demi kepentingan lembaga pertanian.

Moh, Kepala Biro Humas dan Informasi Kementerian Pertanian. Arief Kahyono mengatakan Mentan Amran ingin mengembalikan pamor Kementan seperti lima tahun lalu, sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan anti kepuasan.

“Menteri hanya ingin Kementan kembali reputasinya. Jika ada pihak yang main-main atau melakukan korupsi, dia tak segan-segan mengambil jalur hukum dan merujuk langsung ke pihak berwajib. Jadi ini tidak benar. Jika ada pihak yang “mencurigai Menteri Pertanian Amran punya kepentingan tertentu”. Pertanian,” jelasnya.

Arief mengatakan, Menteri Pertanian Amran selama ini dikenal sebagai sosok yang tegas menyuarakan anak buahnya yang mempermainkan nasib petani. Ia tidak ingin terjadi penipuan atau penyalahgunaan anggaran yang dapat merugikan banyak petani.

Oleh karena itu, Arief mengingatkan kembali pesan Menteri Pertanian Amran kepada seluruh pejabat dan pegawai agar tidak melakukan perbuatan tercela seperti korupsi. Terutama saat membeli barang dan jasa. “Kalau ada yang berani melakukan itu, seperti kata menteri kami, sanksinya adalah pemecatan,” ujarnya.

Sebagai catatan, Menteri Pertanian Amran telah melakukan penurunan pangkat, pemecatan, bahkan pemecatan sejak dilantik oleh Presiden Jokowi pada awal pemerintahannya. Setidaknya, Amran tercatat pernah menangani penurunan pangkat dan mutasi lebih dari 1.500 pejabat Kementerian Pertanian yang bermasalah serta mengendalikan 700 mafia pangan. Menteri Pertanian mampu membersihkan internal Kementerian Pertanian dari manipulasi pangan dan menjaga integritas pejabat dari perilaku korupsi. Saksikan video “Keanekaragaman Potensi Padi Gogo yang Dikembangkan Peneliti Departemen Pertanian” (prf/ega)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *