Jakarta –
Read More : Harga Tiket KA Bandara Kualanamu Turun Jadi Rp 40 Ribu Mulai 1 Juli
Sertifikasi halal merupakan hal wajib ketika menjalankan bisnis makanan. Pasalnya, permintaan konsumen lokal semakin meningkat dan standar halal di Indonesia semakin ketat.
Managing Director PT Agrinesia Raya Nanang Siswanto mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar halal terbesar di dunia dan potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dengan pendekatan yang tepat.
Oleh karena itu, produk yang dijual harus bersertifikat halal resmi. “Komitmen kami terhadap produk Halal tidak hanya sebatas pada labelnya, namun merupakan bagian dari keseluruhan proses produksi kami.”
Melalui partisipasi dalam acara tersebut, Agrinesia berharap dapat membangun kemitraan strategis dan berkelanjutan dengan entitas industri dari berbagai negara, termasuk Thailand.
“Kami yakin dengan kerja sama yang kuat dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar, kami dapat menciptakan peluang baru yang bermanfaat bagi semua pihak.
Agrinesia Raya berupaya mewujudkan nilai bersama yang substansial dengan berbagi pengalaman melalui pencocokan bisnis Halal Thailand pada tahun 2024. Pada acara ini, PT Agrinesia Raya akan memaparkan topik mengenai gambaran dan peluang pasar produk Halal di Indonesia, memberikan perspektif komprehensif mengenai tren pasar, dinamika konsumen, dan tantangan peraturan yang harus dipahami oleh bisnis Thailand.
Seminar yang diselenggarakan oleh Kantor Pejabat Perdagangan Kedutaan Besar Thailand di Jakarta pada Senin (9 Februari 2024) ini menampilkan 20 perusahaan Thailand dan 40 perusahaan yang ingin menjajaki peluang pasar dan membangun kemitraan strategis dengan perwakilan masyarakat Indonesia.
Agrinesia dengan keahlian industri makanannya dan tujuh brand ternama antara lain Lapis Bogor Sangkuriang, Lapis Kukus Pahlawan, Bolu Susu Lembang, Bakpia Kukus Tugu Jogja, Bolu Malang Singosari, Bolu Stim Menara, Bolu Nusarasa, juga akan berbagi pengalamannya kepada para penonton . Saat ini. .
(membunuh/membunuh)