Jakarta –

Read More : Erick Thohir Rombak Direksi-Komisaris BUMN Jelang Akhir Tahun, Ini Daftarnya

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI fokus pada tambahan anggaran impor jagung yang diajukan Badan Gabah Nasional (Bapanas). Tambahan anggaran tersebut disampaikan hari ini dalam Rapat Kerja (RDP) dengan Komite Keempat DPR RI.

Awalnya, Direktur Badan Gabah Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengusulkan anggaran tambahan untuk mengalokasikan cadangan gabah pemerintah (CPP) sebesar Rp 20,22 triliun.

Anggaran tersebut meliputi bantuan beras enam bulan Rp16,6 triliun, bantuan pangan daging dan telur enam bulan Rp834 miliar, cadangan beras SPHP Rp1,5 triliun, cadangan SPHP jagung Rp535 miliar, dan cadangan bungkil kedelai Rp637 miliar. . Rupee, dan Rp 37 miliar menyisihkan cadangan pangan untuk bencana alam dan keadaan darurat.

Melihat hal tersebut, Ketua Komite Keempat DPR RI Sudin fokus pada anggaran distribusi daging. Ia meminta Arif menjelaskan secara detail.

Barpanas berkata: “Apa bagian dari pembagian jagung? Saya tidak memahaminya, dan saya tidak tahu apakah anggota lain memahaminya.”

Arif mengatakan, bantuan tersebut diberikan dalam bentuk subsidi agar para produsen ayam petelur atau pakan ayam bisa membeli pakan ayam dengan harga murah. Ia mengatakan, bantuan tersebut bisa menurunkan harga jagung yang tinggi dan menstabilkan pasokan jagung.

“Dengan adanya stabilisasi pasokan dan harga tepung jagung (SPHP), seperti kita ketahui, ketika produsen lapisan atau lebah sedang kekurangan tepung jagung, biasanya kami menyiapkan SPHP. Karena jika tepung lapisan melebihi 50%, itu sangat tergantung. untuk jagung. Kami sekarang bekerja sama dengan rekan-rekan petani, termasuk di Blitar dan Lampung, karena dari situlah ayam kami berasal dan kami bantu di sana,” jelasnya.

Sudin kemudian menjawab Kementerian Pertanian telah memperkirakan adanya peningkatan jagung. Sudin menilai jika ada subsidi gabah, bisa jadi hanya membuang-buang uang negara.

Arif menjelaskan, dana hibah tersebut tidak selalu disalurkan. Distribusi ini terjadi di saat harga jagung sedang naik di atas harga petani. Misalnya, beberapa waktu lalu harga jagung mencapai Rp8.000 per kilo, padahal petani hanya mampu membayar Rp5.500-6.000 per kilo.

“Karena di sisi lain kami juga sudah memberikan referensi harga ayam dan telur, Pak, mohon izin kami sertakan karena fasilitas distribusi termasuk dalam anggaran Deputi I dan perlu ditambah gandum di SPHP lalu sekarang. Harga kedelai lebih tinggi di produsen tahu dan tempe.

Tonton juga videonya: Saat Menteri Pertanian menjawab pertanyaan tentang penggunaan kantong plastik untuk menanam jagung di lahan pangan

(Gambar/Gambar)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *