Jakarta –
Read More : ASDP Tebar 1.060 Tiket buat Mudik Gratis, Begini Cara Daftarnya
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara tentang penangkapan kepala Telegram Pavel Durov, yang menurutnya ditangkap karena dia terlalu bebas untuk menjalankan Telegram.
Seperti diketahui, Durov merupakan warga negara Rusia dan memegang paspor Uni Emirat Arab, Karibia, Prancis, dan tentu saja paspor Rusia. Dia ditangkap di Prancis dan diselidiki di sana atas perannya dalam memungkinkan berbagai tindakan kriminal di Telegram, mulai dari distribusi pornografi anak dan obat-obatan terlarang hingga peretasan perangkat lunak.
Pengacara Durov menyebut penangkapan ini tidak masuk akal, apalagi Durov ditangkap karena dianggap bertanggung jawab atas kejahatan yang terjadi di Telegram yang saat ini memiliki hampir satu miliar pengguna.
Berbicara di Universitas MGIMO yang dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, Lavrov menegaskan kembali posisi pemerintah Rusia mengenai penangkapan Durov, yang mereka anggap sebagai bagian dari taktik politik Barat untuk menggunakan kekuasaan atas Rusia.
“Pavel Durov terlalu bebas. Dia tidak mendengarkan nasihat Barat untuk melunakkan pikirannya,” kata Durov.
Rusia memang sudah lama memberikan tekanan kepada Durov, bahkan memblokir Telegram di negara tersebut. Namun, setelah penangkapan Durov di Prancis, posisi Rusia berubah menjadi mendukung pria yang kekayaannya mencapai $15,5 miliar atau sekitar $239 triliun itu.
Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menegaskan tidak ada negosiasi antara Kremlin dan Durov, seperti dilansir detikINET Reuters, Selasa (3/9/2024).
“Yang paling penting adalah apa yang terjadi di Perancis tidak berubah menjadi penganiayaan politik,” kata Peskov.
“Kita tahu Presiden Prancis menolak tuduhan bahwa kasus ini berkaitan dengan politik, namun di sisi lain ada beberapa tuduhan yang dilontarkan,” ujarnya.
Namun, menurut Lavrov, akibat penangkapan Durov, hubungan antara Moskow dan Paris jatuh ke titik terendah. Tonton video “Parlemen Rusia: Pendiri Telegram Pavel Durov adalah tahanan politik” (Asj/Asj)