Jakarta –
Read More : Berderet Kecelakaan Pesawat di 2024, tapi Tetap Jadi Transportasi Teraman
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang menyiapkan aturan baru untuk kartu SIM terkoneksi (eSiM). Undang-undang ini diharapkan selesai pada bulan Oktober tahun ini sebelum pergantian pemerintahan.
“Peraturan eSIM sedang difinalisasi dan terakhir kami sedang diskusi persiapan dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk harmonisasi. (Sebelumnya) ada konsultasi publik pada beberapa bulan pertama tahun 2024,” kata Aju Widya Sari. Direktur Komunikasi Direktorat Jenderal PPI Kominfo saat ngopi di Kantor Kominfo, Jakarta, Jumat (30/8/2024).
Nantinya regulasi eSIM akan mengatur format penomorannya. Karena tidak hanya terkoneksi pada smartphone saja, namun juga terpasang pada perangkat dan mesin Internet of Things (IOT).
Jadi kita harus membagi jumlah mesin dan jumlah orang,” kata Aju.
“Sekarang di industri banyak ponsel yang berbasis modul, kita perlu mengontrolnya dengan jelas, termasuk IoT. Sekarang kita tidak bisa membuat kartu IoT fisik dengan sensor kecil. Mereka juga harus punya peraturan.”
Dengan aturan baru eSIM, Kominfo akan mengatur aktivasi atau berlangganannya. Juga pendataan eSIM dan registrasi pelanggan.
“Kami akan terus menggunakan NIK ke depan. Semua sistem registrasi prabayar harus sama seperti sebelumnya.”
Ditegaskan, peraturan eSIM tidak bersifat wajib bagi semua operator seluler. Ini hanya berfungsi untuk operator yang menawarkan layanan eSIM
“Kalau belum, masih berdasarkan kartu fisik. Ikuti saja (aturan) kartu fisiknya,” kata Aju.
Ketersediaan eSIM menawarkan banyak manfaat, tidak hanya bagi pengguna tetapi juga bagi industri. Menurut Aju, eSIM akan mentransformasi rantai distribusi kartu SIM di Tanah Air, dari kartu fisik lama menjadi sistem pembayaran.
Perubahan ini membuka peluang baru bagi operator karena dapat berkolaborasi dengan pihak ketiga untuk pengiriman. Belum cukup, Kominfo yakin eSIM bisa menciptakan transparansi bagi penyedia.
“Jadi memperluas distribusi kartu fisik ke lebih banyak masyarakat kemungkinan akan membantu efisiensi. Oleh karena itu, menerbitkan kartu fisik juga akan memberikan efisiensi. Jadi yang tidak efektif akan menjadi efektif,” kata Aju.
ESIM menawarkan manfaat bagi pengguna termasuk mencegah kehilangan kartu. Selain itu, dengan menggunakan inovasi, pelanggan dapat menggunakan banyak perangkat tanpa nomor berbeda.
“Anda tidak memerlukan dua kartu SIM fisik. Jadi nanti bisa dapat nomornya,” pungkas Aju. Tonton video “5 Manfaat eSIM yang Baru Mulai Diterapkan di Indonesia” (afr/fay)