Jakarta –

Read More : Pembukaan Olimpiade Diwarnai Mogok Kerja Pekerja Hotel Bintang Lima di Paris

Dalam upaya meningkatkan kesiapan Indonesia dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI), UNESCO telah memperkenalkan metodologi AI Readiness Assessment/AI-RAM untuk mengukur kesiapan negara dalam mengadopsi AI secara etis dan bertanggung jawab.

Setidaknya 50 negara saat ini sedang menerapkan proses AI-RAM, sebuah langkah inovatif dalam merencanakan implementasi rekomendasi UNESCO mengenai etika kecerdasan buatan, yang diharapkan menjadi satu-satunya kerangka kerja standar tata kelola AI yang diadopsi oleh 193 negara anggota. Negara mulai tahun 2021. Untuk memperkenalkan AI-RAM di Indonesia, UNESCO bekerja sama dengan Kerjasama Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Buatan (KORIKA) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta melakukan kegiatan pemetaan di Aceh, Balikpapan, Makassar dan . Jakarta sepanjang bulan Juli 2024, dimana ICT Watch juga ikut berpartisipasi.

AI-RAM mencakup tahapan yang berbeda mulai dari studi pendahuluan, desain kuesioner, laporan evaluasi, survei hingga laporan akhir. Prosesnya mencakup perolehan wawasan komprehensif tentang kecerdasan buatan dan proporsionalitas serta non-diskriminasi di antara nilai-nilai utama yang dipromosikan UNESCO dalam AI-RAM. Keamanan, transparansi, akuntabilitas dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, keragaman, inklusi dan kelestarian lingkungan dan ekosistem.

Di Indonesia khususnya, menurut KORIKA, salah satu tujuan utama AI-RAM adalah memasukkan hasil evaluasi ke dalam kebijakan nasional dan mendukung penyusunan Strategi Nasional AI untuk Indonesia Emas 2045. Kesehatan 2045, dengan prioritas reformasi birokrasi. , pendidikan dan penelitian, ketahanan pangan dan mobilitas serta kota pintar. Berbagai pemangku kepentingan

Kurika, bersama Prof. Haman Raza selaku Ketua Umum, beliau juga mengembangkan tim ahli untuk memimpin penerapan AI-RAM di Indonesia. Anggota tim adalah akademisi, peneliti, dan profesional dengan pengetahuan mendalam tentang AI dan teknologi, yang bertugas memastikan penerapan AI-RAM relevan dengan konteks Indonesia.

Tujuan kelompok ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan literasi etika AI di antara berbagai pemangku kepentingan melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil dalam penerapan AI-RAM. Sedangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam hal ini didukung oleh Direktorat Pengelolaan Informatika Direktorat Jenderal Informatika (APTIKA) sebagai pihak yang berperan aktif dalam implementasi rekomendasi kebijakan AI-RAM. pemerintah pusat dan daerah.

Misalnya, terdapat kebutuhan untuk meningkatkan investasi pada infrastruktur teknologi Internet, mengembangkan program pelatihan bagi talenta digital, memperkuat literasi digital, dan membangun kerangka kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem AI yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Penggunaan kecerdasan buatan memberikan dampak positif seperti peningkatan akurasi, keselamatan kerja, efisiensi biaya dan waktu, serta produktivitas. Namun, sebagaimana disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika, kecerdasan buatan juga rentan terhadap dampak negatif, seperti penggantian pekerjaan manusia, perlindungan privasi dan data pribadi, serta bias rekomendasi.

Untuk itu, sebagai salah satu langkah awal yang diharapkan, Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika No. 9 Tahun 2023 yang menekankan etika dalam penggunaan kecerdasan buatan, termasuk inklusi, keamanan, transparansi, dan prinsip menjaga data pribadi. Kita tunggu saja hasil AI-RAM Indonesia yang diharapkan bisa dipublikasikan dalam waktu dekat. Hasilnya menunjukkan adanya kemauan untuk mengadopsi teknologi AI di Indonesia dari berbagai indikator. Mulai dari penyiapan teknologi dan infrastruktur, penyiapan masyarakat dan talenta digital, hingga penyiapan instrumen hukum dan peraturan yang tepat. Presentasi lengkap AI-RAM oleh UNESCO, Corica dan Kementerian Komunikasi dan Informatika tersedia di http://s.id/pahamAI. Tonton video “Rise 2024 Google Siap Bekali 9 Ribu Mahasiswa Baru dengan Keterampilan AI” (fyk/fay)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *