Jakarta –

Read More : Ternyata Bilang ‘Kamu Nggak Apa-apa’ Bisa Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak

Penyakit darah tinggi atau darah tinggi bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Faktanya, beberapa kebiasaan yang kita lakukan setiap hari terkadang dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini.

Misalnya saja Anda sering marah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perilaku sering marah dikaitkan dengan risiko gangguan kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association (AHA) menemukan bahwa kemarahan, meski sesaat, dapat memengaruhi kerja pembuluh darah. Saat seseorang marah, kadar adrenalin dalam tubuhnya meningkat. Hal ini dapat menimbulkan konsekuensi serius pada sistem kardiovaskular.

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa orang yang sering marah cenderung mengalami pengerasan atau penyempitan pembuluh darah. Hal ini membuat jantung memompa lebih keras sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah.

Selain sering marah, ada sejumlah kebiasaan lain yang bisa memicu tekanan darah tinggi. Seringkali kebiasaan tersebut dianggap sepele karena jarang menimbulkan masalah kesehatan jangka pendek. Padahal, jika terus dilakukan, kebiasaan tersebut bisa membuat Anda berisiko terkena tekanan darah tinggi dan banyak penyakit lainnya di kemudian hari.

Di bawah ini, mengutip berbagai sumber, adalah kebiasaan “sembrono” yang bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Kurang tidur

Di masa sibuk seperti sekarang, begadang kerap menjadi aktivitas yang tidak bisa dihindari. Begadang terkadang mungkin tidak memberikan dampak yang berarti bagi kesehatan. Namun, jika Anda terus melakukannya, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi.

Mengutip AARP, orang yang kurang tidur bisa mengalami peningkatan tekanan darah tidak hanya pada malam itu saja, tapi berlanjut hingga keesokan harinya. Orang dewasa sebaiknya tidur minimal 7-8 jam setiap malam untuk menghindari risiko terkena tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya.2. Makan terlalu banyak garam

Makanan dengan kandungan garam tinggi menjadi salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi. Pasalnya, garam mampu meningkatkan jumlah natrium dalam darah.

Menurut Dewan Informasi Pangan Eropa, asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan volume darah. Hal ini akan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Seiring berjalannya waktu, pembuluh darah akan mengeras sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular lainnya. Ia sering mengonsumsi makanan cepat saji dan gorengan

Apakah Anda suka makan makanan cepat saji atau gorengan? Sebaiknya kurangi kebiasaan ini mulai sekarang.

Makanan cepat saji dan gorengan umumnya diolah dengan minyak dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi. Dikutip dari Blood Pressure UK, seringnya konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, yang pada akhirnya berujung pada risiko penumpukan plak di pembuluh darah.

Penumpukan plak dapat merusak dinding pembuluh darah dan menghambat sirkulasi darah dalam tubuh. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah sehingga berujung pada tekanan darah tinggi. Dia jarang berolahraga

Orang yang jarang berolahraga atau aktif secara fisik juga berisiko terkena tekanan darah tinggi. Menurut Mayo Clinic, olahraga dapat mencegah tekanan darah tinggi. Bahkan bagi mereka yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, olahraga teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah ke tingkat yang lebih aman.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar orang dewasa melakukan olahraga intensitas sedang atau olahraga aerobik setidaknya 30 menit sehari lima kali seminggu untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Tonton video “Tekanan darah tinggi seringkali menjadi silent killer, ahli saraf: Review 18 tahun lalu” (ath/naf)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *